Mojokerto – 20/7/2026 Seorang ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga guru pertama yang mengajarkan arti kehidupan kepada anak-anaknya.
Melalui pengalaman, perjuangan, dan ilmu yang dimilikinya, seorang ayah meninggalkan nasihat yang menjadi bekal berharga bagi keluarga.
Dalam sebuah ungkapan penuh makna, seorang ayah berpesan kepada anak-anaknya:
“Nak, harta bisa habis, jabatan bisa hilang, dan kecantikan maupun ketampanan akan memudar. Namun ilmu, akhlak, kejujuran, dan doa orang tua akan selalu menjadi cahaya dalam perjalanan hidupmu.
Hormatilah ibumu, jagalah persaudaraan, jangan pernah sombong ketika berhasil, dan jangan putus asa ketika gagal. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat.”
Sang ayah juga mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Akan ada masa bahagia, tetapi juga masa sulit yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keimanan.
Jangan ukur kesuksesan dari banyaknya harta, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa kamu berikan. Rezeki sudah diatur Allah SWT, namun usaha, doa, dan kejujuran adalah kewajiban yang harus terus dijaga.”
Ia berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua, menghormati sesama, rajin menuntut ilmu, serta tidak pernah meninggalkan ibadah.
Nasihat sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa warisan terbaik seorang ayah bukanlah kekayaan, melainkan pendidikan, akhlak mulia, serta teladan hidup yang baik. Nilai-nilai itulah yang akan terus hidup dan menjadi pegangan bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pesan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi setiap keluarga agar senantiasa menjaga kasih sayang, memperkuat ikatan persaudaraan, dan mendidik generasi penerus dengan ilmu, akhlak, serta keimanan yang kokoh.
Pimpinan Redaksi jekyridwan