Dengar Keluhan dan Harapan Warga, Lia Istifhama Tekankan Pentingnya Pembangunan Berwawasan Lingkungan

oleh
banner 468x60

PASURUAN – Pembangunan nasional dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu isu penting dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat yang dilakukan Anggota MPR RI periode 2024–2029, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., di Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin, (20/7/2026).

 

banner 336x280

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut. Di antaranya Prof. KH. Dr. Muhibbin Zuhri, M.Ag., KH. Mukarrom Arief Ibrahim, Marjiin Syam, dan Abdul Mujib HU.

 

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan”. Forum ini menjadi ruang dialog untuk mendengarkan langsung pandangan dan aspirasi masyarakat, termasuk warga Rungkut, Surabaya, serta masyarakat Prigen dan Pasuruan.

 

Bagi Lia, pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik. Lebih dari itu, setiap kebijakan pembangunan perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan terhadap kehidupan masyarakat.

 

Pembangunan nasional memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, proses tersebut perlu dijalankan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

 

Pembangunan berwawasan lingkungan menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis dalam satu kesatuan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.

 

Dalam konteks masyarakat, isu lingkungan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Kualitas tata ruang merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

 

Lia menegaskan bahwa penyerapan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional. Menurutnya, kebijakan yang baik harus dibangun melalui pemahaman terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

 

“Pembangunan nasional harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan tidak berjalan secara parsial,” ujar Lia dalam kegiatan tersebut.

 

Ia menyampaikan, pembangunan yang berwawasan lingkungan bukan berarti menghambat kemajuan. Sebaliknya, prinsip tersebut harus menjadi landasan agar pembangunan dapat berlangsung secara lebih terencana, adil, dan berkelanjutan.

 

“Ketika lingkungan dijaga, maka masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya. Karena itu, pembangunan harus memperhatikan keseimbangan antara kemajuan ekonomi,” lanjutnya.

 

Karena itu, edukasi dan partisipasi publik perlu terus diperkuat. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada keberlanjutan.

 

Melalui kegiatan penyerapan aspirasi tersebut, Lia berharap suara masyarakat dapat menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan nasional. Ia menilai, pembangunan yang benar-benar berkelanjutan adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kemajuan tanpa meninggalkan kepentingan lingkungan dan generasi masa depan.

 

(Anil)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.