Lia Istifhama: Kepedulian GAS Pemuda Bukti Anak Muda Mampu Menggerakkan Perubahan

oleh
banner 468x60

SURABAYA – Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi kepedulian dan semangat Gerakan Aksi Sosial Pemuda (GAS Pemuda) Surabaya yang aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat.

 

banner 336x280

Apresiasi tersebut disampaikan Lia saat menerima audiensi pengurus GAS Pemuda di Kantor Perwakilan DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Senin (20/7/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut, GAS Pemuda menyampaikan sejumlah program sosial yang telah dan akan dijalankan. Di antaranya kegiatan bakti sosial bagi warga kurang mampu, pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga, pembinaan pendidikan anak, hingga kegiatan pelestarian lingkungan.

 

Ketua GAS Pemuda Surabaya Charly Haryono Teguh bersama sejumlah pengurus juga menyampaikan program kampung binaan yang telah berjalan di beberapa wilayah, termasuk Bratang dan Tangkis.

 

Lia menilai, kepedulian anak muda terhadap persoalan sosial merupakan hal yang patut diapresiasi.

 

Menurutnya, GAS Pemuda menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya memiliki energi dan kreativitas, tetapi juga kepedulian untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

“Saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik GAS Pemuda. Di usia yang masih muda, bahkan sebagian masih pelajar, mereka sudah memiliki kepedulian untuk membantu masyarakat,” ujar Lia.

 

Ia menilai, kepedulian tersebut merupakan modal penting dalam membangun gerakan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

 

Lia mengatakan, anak muda memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial. Karena itu, semangat mereka perlu didukung agar dapat berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Lia juga mengapresiasi upaya GAS Pemuda yang tidak hanya menjalankan kegiatan bantuan sosial, tetapi mulai memikirkan program pemberdayaan masyarakat.

 

Menurutnya, bantuan sosial penting untuk membantu masyarakat dalam kondisi tertentu. Namun, pemberdayaan juga harus menjadi bagian dari solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian.

 

“Bantuan sosial tentu penting, tetapi kita juga perlu memikirkan bagaimana masyarakat bisa memiliki kemampuan untuk bangkit dan mandiri. Karena itu, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi harus menjadi bagian dari gerakan sosial,” jelasnya.

 

Lia menilai, perhatian GAS Pemuda terhadap pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga merupakan langkah positif.

 

Dengan adanya pendampingan dan akses pemberdayaan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Selain kegiatan sosial, Lia juga mengapresiasi program kampung binaan yang dilakukan GAS Pemuda.

 

Menurutnya, pendidikan anak merupakan salah satu investasi penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

 

“Program kampung binaan, terutama yang menyentuh pendidikan anak, merupakan hal yang sangat penting. Anak-anak harus mendapatkan ruang untuk belajar dan berkembang,” ungkapnya.

 

Lia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan secara konsisten dengan melibatkan berbagai pihak.

 

Ia juga mendorong agar kampung binaan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang pendampingan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Lia juga menyambut baik rencana GAS Pemuda untuk mengajak dirinya berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan.

 

Di antaranya kegiatan bakti sosial di kampung binaan, membantu calon penerima manfaat, serta program penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

 

Lia menilai, kolaborasi antara tokoh masyarakat, organisasi pemuda, komunitas dan masyarakat dapat memperluas manfaat kegiatan sosial.

 

“Saya sangat terbuka untuk berkolaborasi. Anak muda memiliki energi dan kreativitas yang luar biasa. Tinggal bagaimana energi tersebut diarahkan untuk kegiatan yang positif dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Ia menegaskan, persoalan sosial membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

 

Karena itu, Lia berharap GAS Pemuda terus menjaga semangat kerelawanan sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.

 

Lia juga berpesan agar gerakan sosial yang dilakukan GAS Pemuda dapat terus dijaga keberlanjutannya.

 

Menurutnya, konsistensi menjadi kunci agar kegiatan sosial benar-benar memberikan perubahan bagi masyarakat.

 

“Yang paling penting adalah konsistensi. Jangan hanya bergerak ketika ada momentum. Justru pendampingan yang berkelanjutan akan membuat manfaatnya semakin terasa,” katanya.

 

Lia berharap GAS Pemuda dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar, bergerak dan memberikan kontribusi positif.

 

Ia juga mengapresiasi keberanian para pelajar yang telah mengambil peran dalam kegiatan sosial.

 

“Semangat seperti ini harus terus dirawat. Anak muda adalah bagian penting dari solusi. Mereka bisa menjadi penggerak perubahan, terutama ketika memiliki kepedulian terhadap pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan dan lingkungan,” pungkas Lia.

 

(Anil)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.