JOMBANG . 31/7/2026 Pimpinan Redaksi media target-24jam.com, Jeky Ridwan, melakukan penelusuran terhadap kawasan hutan yang berada dalam pengelolaan Perum Perhutani KPH Jombang, Divisi Regional Jawa Timur.
Penelusuran tersebut salah satunya mencermati keberadaan Sumber Mata Air Banyu Penguripan yang tercatat berada di wilayah BKPH Jabung, RPH Kedunglumpang, Petak 44F, dengan luas kawasan yang tercantum sekitar 12,56 hektare.
Keberadaan sumber mata air di kawasan hutan menjadi perhatian penting karena hutan memiliki fungsi ekologis dalam menjaga tata air, selain fungsi produksi dan perlindungan lingkungan.
Berdasarkan informasi resmi Perhutani, KPH Jombang merupakan salah satu unit manajemen Perum Perhutani di bawah Divisi Regional Jawa Timur. Wilayah kerja KPH Jombang mencapai sekitar 37.376,33 hektare dan tersebar di sejumlah wilayah administratif Jawa Timur.
Dalam struktur pengelolaannya, BKPH Jabung merupakan salah satu bagian dari KPH Jombang. Di dalam BKPH Jabung terdapat sejumlah RPH, termasuk RPH Kedunglumpang.
Penelusuran terhadap Sumber Mata Air Banyu Penguripan menjadi menarik karena sumber air merupakan salah satu aset lingkungan yang keberadaannya perlu dijaga secara berkelanjutan. Kelestarian tutupan hutan dan kondisi lingkungan di sekitar sumber air menjadi faktor penting agar fungsi hidrologis kawasan tetap terpelihara.
Perum Perhutani sendiri menyatakan bahwa pengelolaan hutan negara tidak hanya berkaitan dengan hasil hutan, tetapi juga melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Divisi Regional Jawa Timur mengelola kawasan hutan dengan fungsi produksi dan lindung serta memiliki program pelibatan masyarakat desa hutan.
Bagi Jeky Ridwan, penelusuran ini menjadi bagian dari upaya media untuk melihat secara langsung kondisi kawasan hutan dan potensi sumber daya alam yang ada di dalamnya.
Sumber mata air merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, keberadaannya perlu dijaga dan dikelola secara bijaksana agar tetap memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujar Jeky Ridwan.
Penelusuran tersebut juga diharapkan dapat membuka ruang informasi publik mengenai kondisi sumber mata air, kelestarian kawasan hutan, serta upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pihak terkait.
Dengan adanya sumber mata air seperti Banyu Penguripan, kawasan hutan tidak sekadar dipandang sebagai hamparan pepohonan, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem yang memiliki fungsi menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air.
(Redaksi target-24jam.com)