Mojokerto, 1 Januari 2026 — Pergantian tahun kerap dimaknai sebagai momentum harapan dan tekad baru. Namun bagi sebagian orang, awal tahun juga menjadi ruang sunyi untuk merenung, menata rasa, dan menyampaikan doa yang paling dalam. Seperti ungkapan menyentuh dari seorang ayah yang ditujukan kepada buah hatinya di hari pertama tahun 2026.
Dalam pesan penuh kejujuran dan ketulusan itu, sang ayah membuka perasaan yang jarang terucap. Ia mengakui adanya lelah yang disimpan sendiri, rasa takut yang ditelan dalam diam, semua dijalani tanpa keluh demi memastikan sang anak tumbuh tanpa beban. Sebuah potret pengorbanan yang kerap luput dari sorotan, namun nyata hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Tak ada ambisi berlebihan yang dititipkan. Sang ayah menegaskan bahwa ia tak berharap anaknya menjadi hebat di mata dunia. Harapan itu sederhana namun bermakna dalam: menjadi manusia yang jujur, mampu menjaga diri, dan berjalan di jalur kebaikan.
Pesan tersebut ditutup dengan doa yang menggetarkan hati. Jika kelak sang anak melangkah jauh dan ayah tak mampu lagi menyusul, satu keyakinan tetap dipegang teguh—selama napas masih ada, doa seorang ayah akan selalu lebih dulu sampai,
mendahului setiap langkah sang anak.
Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya perjuangan hidup, ada cinta orang tua yang tak pernah meminta balasan, hanya berharap keselamatan dan kebaikan menyertai anaknya, kapan pun dan di mana pun berada.
Editor: Jeky Ridwan