JAKARTA – Langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan berorientasi pada penyempurnaan program demi kepentingan masyarakat.
Arahan Presiden itu difokuskan pada pembenahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belakangan menjadi perhatian publik. Bagi Lia, evaluasi bukanlah tanda kegagalan, melainkan komitmen pemerintah untuk memastikan program strategis nasional berjalan sesuai tujuan.
“Presiden Prabowo adalah sosok yang aspiratif. Perintah evaluasi ini membuktikan bahwa beliau tidak menutup mata terhadap berbagai laporan maupun masukan dari masyarakat dan para pengawas di lapangan,” ujar Lia, Sabtu (18/7).
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai, keberanian melakukan evaluasi menunjukkan pemerintah lebih mengedepankan kualitas pelayanan daripada sekadar mempertahankan pencapaian administratif. Ia berharap pembenahan yang dilakukan mampu memperkuat sistem pelaksanaan MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima.
Menurut Lia, Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Karena itu, setiap proses pelaksanaannya harus dijaga agar berlangsung transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Kami di DPD RI akan terus mengawal proses ini. Kami percaya evaluasi menyeluruh akan membuat program MBG semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya memastikan anggaran negara yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak didik kita. Program ini harus menjadi investasi terbaik untuk masa depan generasi Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan evaluasi tersebut saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/7). Rapat dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, serta para direktur utama BUMN strategis.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah akan segera melakukan pembenahan berdasarkan berbagai temuan di lapangan secara terbuka dan transparan.
“Presiden telah menekankan agar seluruh pihak terkait segera melakukan perbaikan internal. Kami akan memastikan pelaksanaan di lapangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Teddy.
(Anil)