MOJOKERTO – 9//8/2026 Sebuah ungkapan penuh makna disampaikan salah satu pimpinan Redaksi media target-24jam.com tentang perjalanan perasaan, cinta, dan ketenangan hidup.
Menurutnya, terkadang seseorang merasa hidup jauh lebih tenang ketika tidak menaruh rasa cinta kepada siapapun. Bukan karena cinta tidak berarti, melainkan karena cinta juga dapat menghadirkan berbagai perasaan yang tidak mudah untuk dijalani.
Hidup lebih tenang rasanya ketika kita tidak mencintai siapapun. Tidak ada lagi rasa cemburu, tak ada lagi rasa curiga, tak ada lagi rasa sakit hati, dan tak ada lagi rasa rindu.
Ungkapan tersebut menggambarkan sisi lain dari sebuah hubungan. Ketika seseorang mencintai, ada kebahagiaan yang hadir, tetapi bersamaan dengan itu muncul pula kekhawatiran kehilangan, rasa cemburu, kecurigaan, hingga kerinduan ketika orang yang dicintai tidak berada di sisi.
Namun demikian, cinta bukan semata-mata tentang luka. Cinta juga menjadi bagian dari perjalanan kehidupan yang mengajarkan seseorang tentang kesetiaan, keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, dan bagaimana menghargai kehadiran seseorang.
Pesan tersebut dapat dimaknai sebagai sebuah refleksi bahwa ketenangan tidak selalu berarti hidup tanpa cinta.
Terkadang ketenangan justru lahir ketika seseorang mampu berdamai dengan perasaannya sendiri, menerima keadaan, serta tidak menggantungkan kebahagiaan sepenuhnya kepada orang lain.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki cara berbeda dalam memaknai cinta. Ada yang memilih mempertahankan, ada yang memilih melepaskan, dan ada pula yang memilih untuk menikmati kesendirian sambil menata kembali hati.
Sebab, mencintai adalah keberanian untuk merasakan. Sedangkan melepaskan adalah keberanian untuk menerima bahwa tidak semua yang dicintai harus dimiliki.