Tabalong – Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Penyuluh Karhutla Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad melaksanakan kunjungan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Sabtu (07/11/2026).
Rombongan dipimpin oleh Kolonel Kav Jacob Janes Patty selaku pendamping Pasis, bersama sejumlah Perwira Siswa Dikreg Seskoad. Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tabalong, Haris Fahkrozi, beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Kalak BPBD menyambut hangat rombongan dan mengajak para Pasis meninjau langsung lingkungan kantor BPBD, sekaligus memperkenalkan berbagai sarana, prasarana dan peralatan yang dimiliki BPBD untuk mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
Haris Fahkrozi menyampaikan bahwa kesiapan personel, kelengkapan peralatan serta koordinasi lintas sektor merupakan faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, sinergi antara BPBD dan TNI menjadi kekuatan penting dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran di wilayah Kabupaten Tabalong.
“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapan dan keterlibatan semua pihak. BPBD tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi yang kuat dengan TNI, Polri, pemerintah daerah serta masyarakat. Dengan koordinasi yang baik dan dukungan peralatan yang tersedia, diharapkan setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin,” ungkap Haris.
Sementara itu, Mayor Inf Adhita Sukma Yudhistira selaku Dansubsatgas Penyuluh Karhutla Pasis Dikreg Seskoad menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan instansi terkait, sekaligus menambah wawasan mengenai kesiapan serta mekanisme penanganan karhutla di daerah.
“Melalui kunjungan ini, kami dapat melihat secara langsung kesiapan BPBD Tabalong, baik dari sisi personel, sarana prasarana maupun peralatan yang digunakan dalam penanggulangan karhutla. Hal ini menjadi pembelajaran penting sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan BPBD dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Mayor Inf Adhita.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama, salah satunya melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta memahami dampak buruk karhutla terhadap lingkungan, kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata penguatan sinergi antara TNI dan BPBD Kabupaten Tabalong dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Melalui komunikasi, koordinasi serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tabalong dapat diminimalkan.(Pendim1008Tbg)












