BANJARSARI .1/11.2026 Pengajian Rutinan Adem Pikir kembali digelar untuk umum dalam periode ke-29 pada Minggu Pahing, 1 November 2026, mulai pukul 12.00 WIB, bertempat di Aula Makam Umum Dusun Banjarsari, tepatnya di kompleks makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Sentono.
Kegiatan keagamaan ini mengusung pesan mendalam tentang pentingnya menata pikiran, menemukan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta memahami hakikat kehidupan manusia dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengangkat landasan spiritual dari Surah Al-Ashr ayat 1–3, kegiatan ini mengingatkan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Rangkaian acara akan diisi dengan Khotmil Qur’an, lantunan sholawat, pengajian, doa bersama, serta kenduri sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan rasa syukur.
Pengajian kali ini menghadirkan Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., bersama Grup Sholawat Al Haddad Djawa Dwipa yang turut memberikan nuansa religius melalui lantunan sholawat dan pesan-pesan spiritual.
Dalam keterangannya, Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., mengungkapkan bahwa nama Adem Pikir memiliki makna filosofis yang mendalam tentang kehidupan manusia.
Menurutnya, manusia membutuhkan pemikiran dan kemampuan untuk terus berpikir secara jernih dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, setiap orang perlu belajar menenangkan pikiran agar mampu menyempurnakan cara berpikir sekaligus mendalami arti dan jati dirinya.
“Manusia membutuhkan pemikiran. Kita harus bahagia dengan mengademkan pikiran, agar mampu menyempurnakan pemikiran serta mendalami arti jati diri kita. Dengan demikian, kita dapat memahami hakikat kehidupan dan mempersiapkan diri untuk menghadap Allah SWT,” ungkap Hadi Purwanto.
Lebih lanjut, filosofi Adem Pikir mengandung pesan bahwa ketenangan bukan sekadar kondisi pikiran yang terbebas dari persoalan, melainkan sebuah kesadaran untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebijaksanaan, kesabaran, keikhlasan, dan keimanan.
Melalui ketenangan pikiran, manusia diharapkan mampu mengendalikan diri, mengambil keputusan dengan bijaksana, memperbaiki hubungan antarsesama, serta senantiasa mengingat tujuan akhir kehidupan, yakni kembali kepada Allah SWT.
Pengajian Rutinan Adem Pikir periode ke-29 ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi, refleksi diri, dan penguatan spiritual bagi masyarakat umum. Bukan sekadar berkumpul dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan.
Adem Pikir, Jernihkan Hati, Tenangkan Jiwa, Perdalam Makna Kehidupan, dan Dekatkan Diri kepada Allah SWT.
Sebab, kehidupan bukan hanya tentang bagaimana manusia menjalani hari demi hari, tetapi juga tentang bagaimana manusia menggunakan waktu, memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.(Redaksi.jekyridwan)












