MOJOKERTO – 10/8/2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya terus mendorong peningkatan infrastruktur penyediaan air minum bagi masyarakat melalui pembangunan Pipa Transmisi Baru SPAM Regional Mojolagres.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp9.929.789.218,00, dengan sumber pendanaan dari APBD Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Nomor Kontrak 000.3/116008/105.4/2026, tertanggal 6 Juli 2026, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 175 hari kalender.
Dalam proyek tersebut, CV. Nurdin Bersaudara ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana, sedangkan PT. Konindo Panorama Konsultan bertindak sebagai konsultan pengawas.
Pembangunan pipa transmisi baru ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mojolagres. Infrastruktur transmisi memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran penyaluran air dari sistem penyediaan menuju wilayah pelayanan sehingga diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap air minum yang aman dan berkelanjutan.
Selain mengejar kualitas dan ketepatan waktu pekerjaan, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek.
Saat dikonfirmasi di kantor tempat bekerja, pihak pelaksana menyampaikan bahwa penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja menjadi ketentuan yang harus dipatuhi selama menjalankan pekerjaan di lapangan.
Untuk pekerjaan, APD selalu kami tertibkan. Kalau ada pekerja yang teledor dan tidak memakai APD, akan kami berikan peringatan. Kalau masih melakukan kesalahan dan kembali tidak memakai APD, kami siap mengeluarkan pekerja tersebut,” ungkap pihak pelaksana.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pekerja tidak hanya menjadi formalitas, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja dalam setiap tahapan pembangunan.
Dengan nilai proyek mencapai hampir Rp10 miliar, pelaksanaan pembangunan Pipa Transmisi Baru SPAM Regional Mojolagres diharapkan berjalan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, jadwal yang telah ditetapkan, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas terkait diharapkan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan memiliki manfaat jangka panjang.(Redaksi)