MOJOKERTO. 25/12/2025 Pemerintah Kota Mojokerto bersama komunitas panahan terus berkomitmen menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga panahan tradisional. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan festival panahan yang tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga wahana pelestarian budaya sekaligus pembinaan atlet sejak usia dini.
Festival panahan tradisional ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal, sportivitas, serta disiplin kepada generasi muda. Melalui pendekatan budaya dan olahraga, panahan tradisional diharapkan mampu menarik minat anak-anak dan remaja untuk terlibat aktif, sehingga regenerasi atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar ajang hiburan, kegiatan ini juga merupakan langkah strategis dalam menyiapkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat regional hingga nasional. Hal tersebut terbukti dengan kiprah atlet Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Kota Mojokerto yang telah dipercaya memperkuat Kontingen Jawa Timur dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII.
Keikutsertaan atlet Fespati Kota Mojokerto pada FORNAS VIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juli 2025 lalu menjadi bukti nyata bahwa pembinaan panahan tradisional di Mojokerto berjalan dengan baik dan menghasilkan prestasi membanggakan. Capaian ini sekaligus mengangkat nama daerah di kancah nasional serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga panahan tradisional.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, komunitas panahan, dan masyarakat diharapkan terus terjalin kuat. Dengan dukungan berkelanjutan, Mojokerto optimistis panahan tradisional tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang mengharumkan nama daerah di berbagai ajang bergengsi.(jekyridwan)