MOJOKERTO,15/10/2026 TARGET-24JAM.COM – Kompleks Wisata Religi Makam Agung Troloyo, yang dikenal masyarakat sebagai makam Syekh Jumadil Qubro (Punjer Wali Songo), menjadi salah satu tujuan ziarah religi di wilayah Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Pada malam Jumat Legi, suasana ziarah menjadi momen tersendiri bagi masyarakat yang datang dari berbagai daerah, baik dari luar kota maupun warga Mojokerto sendiri. Para peziarah datang dengan niat berdoa kepada Allah SWT, mengenang para leluhur, serta menghormati tokoh-tokoh yang diyakini memiliki peran dalam perjalanan sejarah dan penyebaran Islam di Tanah Jawa.
Salah seorang peziarah dari luar kota, saat dikonfirmasi awak media target-24jam.com, mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Makam Agung Troloyo merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah meninggal dunia.
“Saya berziarah ke sini dengan niat dari rumah untuk berkunjung, berdoa kepada Allah SWT, serta saling menghargai dan menghormati para leluhur yang sudah tiada. Bagi saya, ziarah ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta,” ungkapnya.
DENAH LOKASI MEMUDAHKAN PEZIARAH
Keberadaan denah lokasi di kawasan Wisata Religi Makam Agung Troloyo menjadi informasi penting bagi pengunjung. Denah tersebut memuat sejumlah lokasi makam tokoh yang dikenal dalam tradisi dan cerita masyarakat setempat, sekaligus fasilitas penunjang bagi para peziarah.
Adapun lokasi makam yang tercantum dalam denah meliputi:
1. Makam Syekh Al-Husen, Makam Imamudin Sofari, dan Makam Temenggung Satim Singomoyo.
2. Makam Patas Angin.
3. Makam Nyai Roro Kepyur atau Kubur Tandak.
4. Makam Petilasan Wali Songo.
5. Makam Syekh Jumadil Qubro.
6. Makam Sunan Ngudung atau Sayid Usman Haji.
7. Makam Raden Kumdowo.
8. Makam Ki Ageng Surgi.
9. Makam Syekh Jaelani, Makam Abd. Rohman, dan Makam Abd. Rochim.
10. Makam Syekh Qohar.
11. Makam Mbah Besuki.
12. Makam Ratu Ayu Kenconowungu.
13. Makam Mbah Notosuryo atau Makam Tujuh.
14. Makam Syekh Maliki.
15. Makam Mbah Rembyong atau Syekh Muniroh.
16. Makam Puspo Negoro beserta keluarga.
Nama-nama tersebut dicantumkan berdasarkan keterangan dalam denah lokasi makam. Untuk memastikan riwayat, identitas, dan hubungan sejarah setiap tokoh, diperlukan penelusuran lebih lanjut melalui sumber sejarah dan keterangan pengelola setempat.
FASILITAS PENUNJANG KENYAMANAN PENGUNJUNG
Selain lokasi makam, denah juga menunjukkan sejumlah fasilitas yang mendukung aktivitas para peziarah, antara lain:
– A. Tempat pembayaran tiket.
– B. Pendopo.
– C. Tempat wudu dan kamar mandi.
– D. Masjid.
– E. Tempat peristirahatan dan kamar mandi.
– F. Stan pedagang.
– G. Tempat parkir.
Keberadaan fasilitas tersebut membantu pengunjung dalam menjalankan ibadah, beristirahat, serta memenuhi kebutuhan selama berada di kawasan wisata religi. Para pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan menghormati sesama peziarah.
ZIARAH SEBAGAI PENGINGAT KEHIDUPAN
Ziarah ke makam para leluhur bukan sekadar perjalanan mengunjungi tempat bersejarah. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana introspeksi diri, mengingat kematian, mendoakan orang yang telah meninggal dunia, serta menumbuhkan sikap rendah hati dan menghargai sesama manusia.
Malam Jumat Legi pun menjadi salah satu waktu yang dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berkunjung ke Makam Agung Troloyo. Tradisi tersebut perlu dijalankan dengan tetap mengutamakan ajaran agama, menjaga kesopanan, dan menghormati nilai-nilai sejarah serta budaya setempat.
Melalui keberadaan denah lokasi yang informatif, diharapkan para peziarah dapat mengenali kawasan makam dengan lebih mudah, sekaligus turut menjaga kelestarian situs religi dan sejarah yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Mojokerto.
Jurnalis: Jeky Ridwan
Media: target-24jam.com














