BARABAI – Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar shalat Istisqa serta doa bersama untuk memohon turunnya hujan di Masjid Agung Riadhussalihin Barabai, Selasa (2/9).
Shalat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar bersama di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air serta meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten HST.
Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Pasipersdim 1002/HST Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan, shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT segera memberikan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Melalui shalat Istisqa dan doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang cukup dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi kemarau tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga melakukan berbagai upaya pencegahan dengan menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Kita terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi dampak musim kemarau.
“Semoga melalui ikhtiar dan doa bersama ini, hujan segera turun di wilayah HST dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan shalat Istisqa dan doa bersama tersebut diikuti jajaran Kodim 1002/HST, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah.(pen1002hst).