Mojokerto/16.6.2026 Dalam rangka menyambut pergantian tahun baru Islam dan tahun baru Jawa, Ki Wiro Kadek menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam dan masyarakat Jawa yang memperingati momentum sakral ini.
“Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah dan Sugeng Warso Anyar 1 Suro Be 1960. Rahayu. Semoga kita semua senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Mari menjadikan momen ini sebagai sarana introspeksi diri dan mempererat
persaudaraan demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh kebajikan.”
Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram dan Tahun Baru Jawa 1 Suro memiliki makna mendalam sebagai momentum spiritual untuk melakukan refleksi diri, memperkuat keimanan, serta menjaga keluhuran budaya dan tradisi leluhur. Dalam tradisi Jawa, malam 1 Suro dipandang sebagai waktu yang sakral untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui doa dan perenungan batin.
Sejarah mencatat bahwa penanggalan Jawa yang menggabungkan unsur budaya Jawa dan Islam disusun pada masa pemerintahan Sultan Agung Mataram pada abad ke-17, sehingga bulan Suro memiliki keterkaitan erat dengan Muharram sebagai awal tahun baru dalam masing-masing kalender.
Dengan semangat Tahun Baru 1 Muharram dan 1 Suro, Ki Wiro Kadek mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta menanamkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Rahayu. Mugi tansah pinaringan rahmat, berkah, lan karaharjan. Wilujeng Warsa Anyar, Sugeng 1 Suro Be 1960.
Redaksi jekyridwan