Kapolres Bangka akan melakukan Tindak Lanjut prihal Aktivitas di Rumah (MGKU DVN) alias (UNYL)

oleh
oleh
banner 468x60

 

Kapolres Bangka AKBP Toni Sarjaka SH, T.I.K., M.I.K. akan segera melakukan tindak Lanjut mengenai Aktivitas Bongkar Muat BBM diduga Ilegal yg terjadi di Rumah (MGKU DVN) alias (UNYL / DD) , yang berlokasi di Air Hanyut, Sungailiat – Bangka.
Rabu(01/5/2024), Hal ini disampaikan dalam Jawaban Konfirmasi melalui Pesan Whatsapp.

banner 336x280

” Terimakasih Infonya bu, Akan segera Kami Lidik”,Tegasnya.

Diketahui (MGKU DVN) alias (UNYL / DD) Pernah ditahan oleh pihak APH akibat melakukan Bisnis Solar Ilegal. Hal ini
Sudah menjadi suatu keharusan bagi APH setempat untuk bertindak Tegas dan melakukan pengecekan prihal Aktivitas yang terjadi di rumah (MGKU DVN) alias (UNYL/DD).

Sesuai dalam Lampiran I Permen ESDM 5/2021 diterangkan bahwa untuk bisa menjalankan Kegiatan Jual Beli Solar dengan KBLI 46610 maka perlu Izin Usaha Niaga Hilir Minyak dan Gas Bumi dengan jenis Kegiatan Niaga Umum BBM, yaitu Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Tinggi berupa NIB, Sertifikat Standar, dan Izin Usaha Niaga Minyak dan Gas Bumi (“IUNMG”)”.

Juga diatur dalam Pasal 53 huruf (c) UU Migas yang berbunyi:

Setiap orang yang melakukan penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).

Selanjutnya, pada Pasal 53 huruf (b) juga dijelaskan, Setiap orang yang melakukan pengangkutan tanpa Izin Usaha Pengangkutan dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf (b) UU Migas:

Setiap orang yang melakukan Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah).

CRL _1705

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.