MOJOKERTO –1/11/2026 Perjalanan hidup sering kali menghadirkan banyak karakter manusia. Dari setiap pertemuan, ada pelajaran yang tidak selalu bisa ditemukan dalam kata-kata, tetapi justru terasa melalui sikap dan pengalaman.
Hal itulah yang perlahan membuat Jeky Ridwan memahami bahwa tidak semua orang yang bersikap ramah datang dengan ketulusan. Tidak semua orang yang terlihat dekat benar-benar bisa disebut teman. Bahkan, tidak semua orang yang mengaku peduli sungguh-sungguh ingin melihat seseorang berada dalam keadaan baik-baik saja.
Pengalaman demi pengalaman mengajarkan bahwa mengenal seseorang tidak cukup hanya melalui perkataan. Sebab, ketulusan sejatinya terlihat dari sikap, konsistensi, dan bagaimana seseorang memperlakukan orang lain ketika tidak ada kepentingan yang menyertainya.
Kini, memilih menjaga jarak bukan lagi tentang membenci atau memusuhi siapa pun. Ada kalanya seseorang hanya membutuhkan ruang untuk menenangkan diri, menata kembali perasaan, dan melindungi hati yang terlalu lama berusaha pulih dari luka yang bahkan tidak pernah terlihat oleh orang lain.
“Jika hari ini memilih menjaga jarak, bukan berarti membenci siapa pun. Terkadang, itu hanya cara sederhana untuk menjaga hati yang terlalu lama sembuh dari luka yang tak pernah terlihat.”
Pada akhirnya, kedewasaan bukan selalu tentang seberapa banyak orang yang bisa dipertahankan dalam kehidupan. Namun, juga tentang keberanian menentukan siapa yang layak diberi ruang dan siapa yang cukup dikenang sebagai bagian dari perjalanan.
Sebab, menjaga hati bukan sebuah kesalahan. Dan memilih ketenangan bukan berarti kalah dalam kehidupan.
Jeky Ridwan – Mojokerto.














