Gorontalo,menjadi sorotan masyarakat pada Selasa, 22 September 2026.formasi yang beredar menyebutkan, Pertalite yang dijual menggunakan botol air mineral berkapasitas sekitar 1,5 liter dipatok dengan harga antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per botol.
Kondisi tersebut disebut terjadi karena pembelian Pertalite untuk kemudian dijual kembali secara eceran dinilai dikuasai oleh pihak-pihak tertentu. Namun, informasi mengenai adanya monopoli tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut.
Harga tersebut dinilai cukup tinggi dibandingkan harga resmi BBM bersubsidi di SPBU. Karena itu, masyarakat berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk memastikan mekanisme penjualan BBM eceran serta memastikan tidak terjadi praktik yang merugikan konsumen.
Sorotan juga diarahkan pada aktivitas penjualan Pertalite di sekitar SPBU Isimo yang berada di wilayah Desa Tolotio. Masyarakat berharap instansi berwenang dapat melakukan pengecekan di lapangan apabila memang terdapat dugaan penjualan kembali BBM bersubsidi dengan harga yang tidak wajar.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai pihak yang diduga melakukan praktik monopoli maupun penjelasan dari pengelola SPBU terkait belum diperoleh.
Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut pungkasnya ALI
Redaksi












