Tanah Laut – Masih dalam rangkaian Kegiatan Pasis Sesko TNI di Kabupaten Tanah Laut, kini giliran warga Desa Kandangan Lama Dan Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut yang mendapat penyuluhan khusus pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Pasis Sesko TNI, Kamis (03/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kandangan Baru ini disambut antusias puluhan warga. Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 1009-02/Pelaihari, Perwakilan Camat Panyipatan, Kepala Desa beserta perangkat Desa Kandangan Baru, BPBD, Manggala Agni, serta perwakilan masyarakat dari masing-masing RT.
Dengan cuaca panas dan angin kencang beberapa pekan terakhir, penyuluhan Karhutla menjadi materi yang sangat sesuai untuk disampaikan. Tim Pasis Sesko TNI membawakan materi tentang penyebab karhutla, dampak asap bagi kesehatan, teknik pemadaman awal, serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan.
Kolonel Inf Priyo Handoyo, S.Sos., M.Si., selaku salah satu narasumber dari Pasis Sesko TNI menyampaikan bahwa Desa Kandangan Lama Dan Desa Kandangan Baru termasuk wilayah rawan karhutla karena banyak lahan gambut dan perkebunan.
“Kami hadir bukan untuk menggurui, tapi untuk mengingatkan. Api kecil bisa jadi bencana besar. Mari kita jaga desa kita bersama. Jangan buka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.
Antusiasme warga terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab. Warga aktif bertanya mulai dari cara membuat sekat bakar, fungsi sumur bor, hingga nomor kontak saat menemukan titik api. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Pasis Sesko TNI memberikan pengetahuan tambahan bagi warga setempat.
Dandim 1009/Tanah Laut, Letkol Inf Adhy Irawan, S.I.P., M.H.I., melalui Danramil 1009-2/Pelaihari Kapten kav Asruyadi menambahkan bahwa Kodim 1009/Tla melalui para Babinsa bersama instansi terkait akan terus mengawal hasil penyuluhan ini di lapangan.
“TNI akan selalu bersinergi dengan masyarakat. Setelah penyuluhan ini, kita lanjutkan dengan patroli dan sosialisasi door to door agar mencegah titik api baru sehingga Tanah Laut bebas asap,” pungkasnya. (Pendim 1009/Tla)