GERBANG PORTAL KEBANGKITAN MAJAPAHIT: Sinergi Budayawan Dorong Penguatan KCBN Trowulan

oleh
oleh
banner 468x60

 

Mojokerto.25.4.2026 Semangat kebangkitan warisan leluhur kembali menggema melalui pertemuan hangat para pegiat budaya di kawasan Trowulan, yang dikenal sebagai pusat peradaban Kerajaan Majapahit. Pertemuan yang berlangsung pada 25 April 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengembangan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN).

banner 336x280

 

Bertempat di Yayasan Sambung Roso Mojopahit, kedatangan tokoh budaya sekaligus Koordinator Forum masyarakat KCBN Trowulan wil.Kab Mojokerto Supriyadi disambut hangat oleh Ki Suryo Alam.

Meski hanya ditemani suguhan sederhana berupa secangkir kopi, suasana diskusi berlangsung penuh makna, sarat nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh komunitas pecinta tosan aji dari PBN (Pecinta Budaya Nusantara), di antaranya Mas Saiful penggiat Videografi/sineas dari desa Talun kidul Sumobito , Ki Eries dari Canggu, Mojokerto, serta Gilang. Dialog yang terjalin menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman dalam upaya pelestarian budaya, khususnya terkait benda pusaka (tosan aji) dan situs bersejarah.

 

Dalam pertemuan tersebut, Supriyadi menyampaikan maksud kedatangannya, yakni mengajak Ki Suryo Alam masuk di Forum masyarakat KCBN Trowulan sebagai perwakilan para pelestari ilmu kriya Metallurgy (tosan aji) di Forum masyarakat KCBN Trowulan. Ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 50 desa yang masuk di KCBN Trowulan .
Tersebar di kec.Trowulan,Jatirejo ,Sooko ,Mojoagung,Sumobito dan Mojowarno.

“Dengan terbentuknya forum masyarakat KCBN ini, diharapkan masyarakat lewat perwakilannya di forum dapat lebih aktif menyuarakan potensi situs cagar budaya dan ragam keinginan untuk pemajuan desa di wilayahnya masing-masing,” ungkap Supriyadi.

Diharapkan, melalui forum ini akan terbangun sinergi antara masyarakat dan stakeholder terkait , Pihak pemerintah pusat ,pemerintah daerah juga pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Jatim selaku UPT Kementrian kebudayaan RI dalam menjaga serta melestarikan situs-situs bersejarah di kawasan jantung ibukota kerajaan Majapahit ini .

 

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi para relawan, pemerhati budaya, dan pelestari adat yang selama ini telah berjuang secara mandiri.
Para pegiat budaya ini selama bertahun-tahun telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam merawat warisan leluhur, bahkan tanpa dukungan anggaran resmi.

Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pelestarian.
Ki Suryo Alam menegaskan bahwa semua upaya tersebut lahir dari panggilan jiwa.

 

Ini adalah bentuk bhakti kami kepada para leluhur. Kami tidak pernah mengeluh, karena ini adalah tanggung jawab moral untuk menjaga warisan budaya,” ujarnya.

 

Pertemuan ini menjadi simbol awal dari “Gerbang Portal Kebangkitan Majapahit”, sebuah gerakan kolektif yang diharapkan mampu menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya sekaligus memperkuat identitas sejarah bangsa melalui pelestarian kawasan Trowulan sebagai warisan dunia.

Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.