GATRA Mulai Pilot Project Padi Unggulan di Desa Dinoyo Mojokerto, Dorong Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

oleh
banner 468x60

 

MOJOKERTO – Semangat membangun kemandirian pangan nasional mulai diwujudkan dari Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Tani Masyarakat Adat Nusantara (GATRA) bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GATRA Jawa Timur memulai proyek percontohan (pilot project) penanaman bibit padi unggulan pada Rabu (21/10/2026).

banner 336x280

Mengusung semangat kebangkitan pertanian di tanah bersejarah Majapahit, program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan petani melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada penanaman bibit, tetapi juga menekankan pentingnya pendampingan, pengawasan, dan evaluasi berkelanjutan agar hasil yang dicapai benar-benar memberikan manfaat bagi para petani.

Kolaborasi Pengusaha dan Petani Jadi Penggerak

Konsolidasi awal program berlangsung di kantor Perusahaan Roti Bunga Mawar Puti. Pemilik perusahaan, Sukarling, yang juga menjabat Ketua DPW GATRA Jawa Timur, menjadi salah satu penggerak kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pertanian.

Bagi Sukarling, keterlibatannya dalam GATRA merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya kalangan petani. Ia berharap penggunaan bibit padi unggulan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan hasil panen sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari organisasi petani, pelaku usaha, pemerintah desa, hingga unsur masyarakat lainnya.

Gus Andi Tekankan Pengawasan dan Pendampingan

Konsolidasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Dewan Pembina DPP GATRA, Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H., M.I.Kom., yang akrab disapa Gus Andi. Ia dikenal sebagai aktivis Nahdlatul Ulama (NU) dan Tenaga Ahli Menteri Perekonomian.

Dalam kesempatan itu, Gus Andi menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan harus dimulai dari keseriusan dalam mengelola sektor pertanian sejak tahap awal.

“Ketahanan pangan nasional ditentukan oleh keseriusan kita di hulu. Pengawasan harus ketat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, penyediaan bibit unggul saja belum cukup untuk menjamin keberhasilan panen. Diperlukan pengelolaan tanaman yang tepat, pendampingan kepada petani, serta pemantauan secara berkala sejak penanaman hingga masa panen.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk merenungi filosofi buah maja, yang memiliki rasa pahit tetapi dikenal memiliki manfaat dan lekat dengan sejarah Kerajaan Majapahit.

“Seperti itulah GATRA harus bekerja, memberi dampak yang luas, bahkan dari rasa pahit di awal,” tuturnya.

Filosofi tersebut menjadi pesan bahwa membangun kemandirian pangan membutuhkan proses panjang, ketekunan, pengorbanan, serta komitmen bersama. Hasil yang baik tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui kerja nyata dan konsistensi.

Ketua DPP GATRA: Kami Memulai dari Desa Dinoyo

Komitmen pengembangan organisasi dan program pertanian disampaikan Ketua DPP GATRA, Assoc. Prof. Dr. Mohamad Syahri, M.Si.

Di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Jatirejo, kelompok tani, serta Kepala Desa Dinoyo Anang Wahyudi, Syahri memaparkan arah pengembangan organisasi sekaligus fokus program yang akan dijalankan.

“Kami tidak datang untuk seremoni. Fokus kami jelas, pada varietas padi berproduktivitas tinggi. Target kami adalah pembentukan organisasi di 38 provinsi. Dan kami memulai titik nol itu dari sini, dari Dinoyo,” ungkap Syahri.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Desa Dinoyo dipilih sebagai titik awal pelaksanaan program percontohan sekaligus bagian dari upaya memperluas gerakan GATRA di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui proyek tersebut, GATRA berharap dapat membangun model pengembangan pertanian yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, dan peningkatan kesejahteraan petani.(Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.