JOMBANG –
Sabtu (31/01/2026) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar diskusi kebangsaan bertajuk ‘Melihat Indonesia’ di Aula Kantor DPC setempat.
Dalam agenda tersebut, partai berlambang banteng moncong putih ini menghadirkan begawan hukum sekaligus mantan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK periode 2019-2024, yakni Prof. Dr. Hardjono, untuk membedah realitas sosial-politik tanah air di hadapan ratusan kader dan elemen mahasiswa.
Dalam acara tersebut tampak hadir sekaligus mendampingi narasumber, yakni Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati atau yang akrab disapa Mbak Estu.
Agenda kegiatan tersebut yang menarik, kehadiran Prof. Hardjono dinilai sebagai langkah positif untuk memberikan perspektif akademis dan praktis mengenai kondisi penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia saat ini.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menegaskan bahwa kehadiran sosok inspiratif seperti Prof. Hardjono bertujuan untuk menyamakan persepsi kolektif dalam melihat arah gerak bangsa.
Sebagai informasi, sambung mantan Wabup Jombang periode 2018-2023 ini, menyebut Prof. Hardjono memiliki rekam jejak mumpuni, mulai dari jabatan anggota Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) selama dua periode, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK periode 2019-2024, hingga pengajar di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.
“Ada persepsi yang harus kita satukan saat melihat Indonesia hari ini. Kita perlu membedah fakta, apa yang sedang terjadi, dan bagaimana langkah kita setelah merdeka di masa depan. Kita harus bersiap menentukan langkah strategis untuk mewujudkan keadilan sosial,” ungkap Sumrambah serius.
Mantan Wakil Bupati Jombang ini juga menyebut adanya tantangan besar dari pihak-pihak yang tidak sejalan dengan cita-cita proklamasi.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan menuju Indonesia yang sentosa, adil dan sejahtera memerlukan konsistensi dalam membumikan Pancasila di tengah dinamika global yang kian berat.
“Kita kaum nasionalis telah berjanji bakti untuk mempertahankan NKRI. Kami adalah pejuang yang ingin membawa bangsa ini menuju keadilan sosial yang hakiki. Namun, harus disadari untuk mencapai itu tidak mudah. Karena ada pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda berbeda,” terang pria yang disapa Mas Rambah ini di hadapan sejumlah awak media.
Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Jawa Timur ini menekankan bahwa diskusi kali ini merupakan awal dari rangkaian dialektika berkelanjutan di Kota Santri Jombang.
Di sisi lain, Sumrambah juga mempertegas pentingnya arti soliditas internal dan eksternal di tubuh kaum nasionalis untuk menghadapi tantangan zaman.
“Tantangan ke depan bukan semakin ringan, melainkan semakin berat. Oleh sebab itu, tidak boleh ada lagi faksi, kelompok, atau perpecahan di kalangan nasionalis. Kaum nasionalis harus bersatu padu demi Indonesia Raya,” pungkasnya.
Sementara itu, acara yang berlangsung terbuka di kantor DPC PDI-P Jombang tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan Prof. Hardjono, yang membedah soal integritas lembaga negara serta penguatan peran masyarakat dalam praktik demokratisasi yang utuh.
(Budiono**)