Doa Bersama untuk Bangsa Tutup Tahun 2025, Ratusan Spiritual dan Pelaku Budaya Bersatu di Taman Apresiasi Sungai Mas Surabaya

oleh
oleh
banner 468x60

 

Surabaya. 28/12/2025 Taman Apresiasi Sungai Mas Surabaya menjadi saksi berlangsungnya Doa Bersama untuk Bangsa di penghujung tahun 2025, pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan sakral ini digelar oleh Pasopati Cakra Nusantara bersama berbagai paguyuban, padepokan, sanggar seni, serta komunitas budaya dari seluruh Jawa Timur.
Sejak awal, suasana acara tampak hening, teduh, dan penuh kekhusyukan. Sekitar 100 spiritual dan pelaku budaya bersama-sama menundukkan hati dalam doa yang dipandu oleh tujuh tokoh spiritual lintas agama, sebagai simbol persatuan, toleransi, dan keharmonisan bangsa.
Para pendoa lintas agama yang memimpin prosesi doa tersebut antara lain Romo Sukarji dari Tengger Bromo Pasuruan, Jro Mangku Putu Sutame dari Pasuruan, Ki Bagus Mpu Batu dari Surabaya, Gus Darwin dari Gresik, Pendeta Agus Sugiarta dari Surabaya, Ki Pranoto dari Surabaya, Gus Habib dari Krian, serta Romo Ismoyo.
Usai doa bersama, prosesi dilanjutkan dengan penaburan bunga di tepian Sungai Mas sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi arwah para korban bencana alam, khususnya di Aceh, Sumatera, dan daerah lain yang dilanda musibah. Doa juga dipanjatkan untuk para korban banjir agar diberi ketabahan serta pemulihan kehidupan yang lebih baik.
Prosesi berikutnya yakni pelepasan 1.000 ekor ikan mas merah ke Sungai Mas. Ritual ini disertai lantunan doa, sebagai simbol harapan agar tahun 2026 membawa kelancaran ekonomi, keberkahan rezeki, serta kemudahan bagi para pelaku usaha dan pekerja.
Cuaca Surabaya yang cerah dan bersahabat membuat seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh makna. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Jalan Joyoboyo No. 33, tepatnya di Depot Soto Seger, dengan prosesi pelepasan 700 ekor burung perkutut dan burung emprit. Pelepasan burung ini menjadi simbol kedamaian semesta, meredanya gejolak alam, serta terkabulnya hajat kebaikan dan perlindungan dari berbagai musibah.
Dalam sambutannya, Kanjeng Pangeran Arya Senopati Mpu Ki Bagus yang didampingi Nyai Zaenab, Mas Puguh, Gus Tri, Bunda Diana, Bunda Jasmin, Cakra Wangsa, Pak Dodik, dan Pak Yuwono selaku Pengurus Pusat Yayasan Pasopati Cakra Nusantara, menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Acara pelepasan burung tersebut dihadiri sekitar 180 orang spiritual dan penggiat budaya dari berbagai organisasi dan paguyuban, di antaranya Mitra Sejati, FPPI, Rijalul Ghaib, Matra, Ngajeni Sedulur, KITS Jatim, Spiritual Alam Semesta, serta sejumlah sanggar seni budaya dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sebelum pelepasan burung, kembali dilaksanakan doa lintas agama, yang menutup prosesi dengan suasana sangat khusyuk di akhir tahun 2025.
Panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk DPRD Provinsi Jawa Timur melalui Komisi E (Kebudayaan) Ibu Sri Untari Bisowarno, Pembina Pasopati Cakra Nusantara Marsda TNI Dr. Ir. Tri Bowo Budi Santoso, Ibu Tatik, Irjen Pol H. Imam Sayuti, serta seluruh pendukung dan relawan acara.
Melalui Doa Bersama ini, diharapkan seluruh ikhtiar spiritual dan dharma yang dilakukan membawa berkah, manfaat bagi masyarakat luas, serta keselarasan alam semesta.
“Tetap semangat dalam kebersamaan dan terus menebar energi positif untuk berkiprah memberi manfaat bagi bangsa,” menjadi pesan penutup dalam kegiatan penuh makna tersebut.
Salam Budaya.(jekyridwan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.