Mojokerto. 20/3/2026 Kepala Desa Mojowatesrejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Agus Suprianto, mengungkapkan kisah menarik di balik pembangunan salah satu candi yang berada di wilayahnya. Candi tersebut diyakini memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, bahkan disebut sebagai gerbang menuju Dewi Kilisuci yang berada di kawasan Gunung Pucangan.
Menurut Agus Suprianto,
pembangunan candi tidak dilakukan secara sembarangan. Ia mengaku sebelum proses pembangunan dimulai, terdapat tahapan spiritual yang harus dilalui, termasuk menebang sebuah pohon beringin besar yang telah lama berdiri di lokasi tersebut.
“Penebangan pohon beringin besar itu tidak dilakukan begitu saja. Kami mendapat amanah secara spiritual dari Eyang Prabu Airlangga, sehingga semua proses berjalan dengan lancar dan aman,” ujar Agus.
Ia menambahkan, keberadaan candi tersebut dipercaya sebagai salah satu titik penting yang menjadi jalur atau gerbang menuju sosok Dewi Kilisuci, yang dikenal dalam sejarah dan legenda Jawa sebagai tokoh sakral yang memiliki kaitan erat dengan kawasan Gunung Pucangan.
Tak hanya itu, Agus juga menyebut bahwa lokasi candi berada di wilayah yang diyakini sebagai batas atau perbatasan penting pada masa Kerajaan Majapahit. Hal ini semakin memperkuat nilai historis dari bangunan tersebut.
“Candi ini dipercaya sebagai salah satu gerbang perbatasan menuju wilayah Kerajaan Majapahit pada masa lampau. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus merawat dan menjaga keberadaannya,” jelasnya.
Saat ini, kondisi candi disebut dalam keadaan terawat dengan baik berkat perhatian pemerintah desa dan masyarakat setempat. Agus berharap, ke depan situs tersebut bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah agar dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan spiritual di Kabupaten
Mojokerto.
“Harapan kami, pemerintah bisa ikut mendukung pengembangan situs ini, karena selain memiliki nilai sejarah, juga berpotensi menjadi daya tarik wisata religi dan budaya,” pungkasnya.
Jekyridwan