Sidoarjo Warga RW 03 RT 09 Desa Kramattemenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menyatakan keberatan mereka terhadap berdirinya pabrik kaporit, soda, dan klorin milik PT. Tjiwi Kimia yang berdampak signifikan pada lingkungan sekitar.
Perwakilan warga menyampaikan bahwa kehadiran pabrik yang hanya berjarak 1,5 meter dari tembok rumah warga dan 5 meter dari permukiman telah menyebabkan berbagai masalah. “Kami merasa sangat terganggu dan tidak nyaman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Masalah utama yang dihadapi warga adalah polusi udara yang diakibatkan oleh pabrik tersebut. Bau menyengat, batuk-batuk, sesak napas, mata pedih, serta gatal-gatal pada kulit adalah keluhan yang sering dialami warga akibat debu putih yang berterbangan di lingkungan mereka. Dampak polusi ini juga merusak rumah-rumah warga. “Debu tersebut menyebabkan korosi pada rumah kami, yang bisa mengakibatkan robohnya bangunan,” tambah warga tersebut.
Selain itu, spray air dan polusi dari asam soda dan kaporit telah merusak besi, engsel pintu, dan jendela di setiap rumah, menyebabkan karat yang menyebar dengan cepat. “Kami sangat khawatir dengan kondisi ini,” ujar warga lainnya.
Warga RW 03 RT 09 berharap agar pimpinan PT. Tjiwi Kimia, bersama Humas dan staf, segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka juga berencana melaporkan permasalahan ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Tarik, dan Bupati Sidoarjo. “Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu menyelesaikan masalah ini demi kesehatan dan kenyamanan kami,” tegas warga.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya regulasi yang ketat dan pengawasan terhadap industri agar tidak merugikan masyarakat sekitar. Warga berharap ada solusi segera agar kualitas hidup mereka tidak terus-menerus terganggu oleh aktivitas pabrik tersebut.(Redaksi)