Surabaya — Peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus kerap kali dimeriahkan dengan acara perlombaan di setiap lingkungan rumah. Untuk mengadakan acara tersebut pengurus RT biasanya meminta iuran kepada warganya sebagai biaya membeli berbagai perlengkapan.
Permintaan sumbangan seperti itu dinilai oleh warga di RT 09 Tanah merah Kelurahan Tanah kali Kedinding Surabaya, dinilai suatu Paksaan.
Pasalnya nominal iuran Agustusan yang harus dibayar sebesar Rp 120.000. (diangsur per bulan Rp 10.000.) per Rumah
Hal ini diungkapkan oleh beberapa warga RT 09 Tanah merah gang sawi yang tidak ingin disebutkan namanya, menurutnya sebenarnya boleh saja. Asalkan, iuran diminta tanpa adanya paksaan sama sekali. Sebab tidak boleh ambil miliknya orang dengan paksaan,” jelasnya beberapa warga yang mengeluh.
“Seharusnya ketua RT maupun panitia HUT Kemerdekaan Indonesia boleh saja mencari dana. Namun, nominalnya jangan ditentukan. Kalau dalam 1 (satu) Rumah sebesar Rp 120.000 dikalikan berapa jumlah rumah yang ada di RT 09, misalnya ada 60 rumah, berarti 120.000 X 60 rumah = 7.200.000 ,” urainya.
Sebagai informasi bahwa dalam hal ini Memang ada kesepakatan dari warga, tetapi ada beberapa warga yang tidak mampu dan para janda serta lansia mengeluhkan dan tidak berani untuk memprotes.
“Lebih baik sifatnya sukarela/sumbangan. Kalau seperti itu kan tidak mewajibkan, pihak yang dimintai dana boleh memberi boleh tidak memberi atau semampunya,” keluh warga di RT 09.
(Red)