Wali Kota Mojokerto Tegaskan ASN Harus Jadikan Nilai BerAKHLAK sebagai Ruh Pelayanan Publik

0
Oplus_131072

Oplus_131072

 

KOTA MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi ruh dan nafas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Salah satu yang paling utama adalah berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Pesan itu disampaikan wali kota yang akrab disapa Ning Ita dalam kegiatan Coaching Manajemen Kepegawaian bertajuk “Ning Ita Sinar ASN” (Sesi Inspirasi dan Arahan ASN BerAKHLAK) di Kantor Kelurahan Jagalan, Senin (10/11).

Menurutnya, BerAKHLAK akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif — merupakan nilai dasar yang wajib dimiliki oleh setiap ASN.

Kita hilangkan anekdot ‘kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah’. Ini jelas bertentangan dengan prinsip berorientasi pada pelayanan. Justru sebaliknya, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit,” tegas Ning Ita.

 

Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam menjalankan tugas. ASN, kata Ning Ita, harus mampu mempertanggungjawabkan setiap tindakan, keputusan, dan penggunaan anggaran yang dikelola.

Agar bisa akuntabel, ASN harus memahami regulasi terbaru yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program dan kegiatan,” ujarnya.

 

Selain akuntabel, Ning Ita juga mendorong ASN untuk terus meningkatkan kompetensi diri agar mampu bekerja secara profesional dan efektif. Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga harmoni di lingkungan kerja.

Bagaimana kita bisa bekerja dengan baik kalau lingkungan kerja tidak harmonis,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa loyalitas adalah nilai penting yang harus dijunjung ASN terhadap bangsa, negara, pemerintahan, dan pimpinan yang sah.

ASN wajib loyal dalam menyukseskan seluruh program pemerintah. Menjaga harkat dan martabat pemimpin, pemerintahan, bangsa, dan negara adalah bentuk nyata loyalitas,” katanya.

 

Dalam menghadapi perkembangan zaman, Ning Ita juga menyoroti perlunya ASN bersikap adaptif terhadap perubahan regulasi dan kemajuan teknologi.

Regulasi itu dinamis. ASN harus memahami setiap perubahan agar tidak bersinggungan dengan masalah hukum. Selain itu, tata kelola pemerintahan hari ini harus mengadopsi digitalisasi,” jelasnya.

 

Tak kalah penting, Ning Ita mengingatkan bahwa ASN harus memiliki semangat kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama.

Kita tidak bisa bekerja sendiri. Akan lebih mudah mencapai target jika mampu berkolaborasi lintas sektor, baik antar-OPD maupun dengan mitra di luar pemerintah. Hilangkan ego sektoral,” tegasnya.

 

Ning Ita menutup arahannya dengan keyakinan bahwa penerapan nilai-nilai BerAKHLAK akan mempercepat terwujudnya reformasi birokrasi di Kota Mojokerto.

Kalau ASN sudah memahami dan menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK, maka reformasi birokrasi di Kota Mojokerto akan lebih mudah terwujud,” pungkasnya.

 


Jekyridwan

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *