Sinergi Mengawal Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan: Ditpamobvit Polda Jatim dan PEDALINDO Perkuat Keamanan Kawasan Ekonomi Kreatif

0
Oplus_131072

Oplus_131072

 

Sidoarjo, 16 November 2026 – Aktivitas ekonomi kreatif berbasis kerakyatan kembali menunjukkan geliatnya di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ponti Sidoarjo. Pada pagi yang sejuk dan penuh semangat tersebut, Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (PEDALINDO) menandai sebuah langkah penting melalui kolaborasi strategis dengan aparat kepolisian yang berorientasi pada pengamanan objek vital.

Kehadiran Subdit Wisata Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur, dipimpin AKBP Zein Mawardi, Amd., Kasubdit Wisata Ditpamobvit Polda Jatim, menjadi sinyal kuat bahwa kegiatan ekonomi kerakyatan seperti CFD kini diposisikan sebagai aset yang patut dikawal secara serius.

Rombongan gabungan dari Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo yang berjumlah delapan personel itu tidak sekadar melakukan patroli rutin, namun menjalankan agenda komprehensif untuk memastikan ekosistem perdagangan mikro tetap aman dan kondusif. AKBP Zein menegaskan tiga fokus utama pengamanan kali ini:

1. Pengamanan dan Pengecekan Sistem
Memastikan sistem keamanan di kawasan CFD berjalan optimal, sejalan dengan tingginya mobilitas warga dan aktivitas perdagangan di area tersebut.

2. Edukasi dan Himbauan Kamtibmas
Memberikan arahan langsung kepada pengelola CFD, pedagang, pengunjung, serta seluruh pemangku kepentingan guna membangun kesadaran kolektif menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

3. Antisipasi Potensi Kerawanan
Mengidentifikasi potensi gangguan Kamtibmas seperti pencurian kendaraan bermotor, copet, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas, serta menyiapkan strategi respons cepat.

 

Fokus Isu Pengelolaan: Parkir dan Pengamanan Internal

Dalam dialog bersama Sunyoto, Ketua PDP PEDALINDO Sidoarjo, muncul perhatian khusus terkait perlunya sterilisasi kendaraan bermotor roda dua di area CFD. Menurut Sunyoto, penyediaan lahan parkir yang lebih representatif menjadi kunci agar area CFD benar-benar steril dan nyaman bagi pengunjung.

Mengenai potensi tindak kejahatan, PEDALINDO telah mengantisipasi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Area di setiap zona dan mempererat koordinasi dengan Bimkamtibmas Polsek Kota Sidoarjo. Langkah ini menunjukkan tingginya komitmen pedagang dalam membangun sistem keamanan swakarsa yang terorganisir.

Visi Ekonomi Kerakyatan dan Peran Strategis Polri

Di tempat terpisah, Junius Bram, Founder dan Ketua Umum PEDALINDO, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berkelanjutan Polri dalam pengamanan kegiatan ekonomi mikro tersebut. Ia menilai sinergitas intensif dengan aparat dan pemangku kepentingan lain menjadi faktor penentu kelancaran ekonomi kerakyatan.

Peran strategis Polri adalah pilar utama keberlangsungan Ekonomi Kerakyatan ini,” ujar Bram. “Jika ekosistem UMKM dikawal dengan baik, kebangkitan ekonomi raksasa berbasis rakyat bukan sekadar wacana, tetapi keniscayaan.”

 

Rekam jejak PEDALINDO dalam pemberdayaan pedagang kecil juga semakin diperhitungkan secara nasional. Kolaborasinya bersama Paguyuban Bluru Bangkit Sidoarjo (BBS) dalam pelatihan dan pendampingan PKL bahkan berhasil membawa produk UMKM Sidoarjo menembus pasar Eropa.

Aspirasi Perluasan Sentra Ekonomi Baru

Bram turut mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Sidoarjo dan seluruh pihak yang mempercayakan PEDALINDO mengelola area CFD Jl. Ponti. Namun, tingginya antusiasme masyarakat memunculkan kebutuhan baru: perluasan sentra kegiatan CFD.

PEDALINDO mengusulkan pembukaan empat titik CFD tambahan di wilayah Sidoarjo Timur, Barat, Utara, dan Selatan.

Kapasitas Jalan Ponti sudah terbatas. Jika empat spot baru direalisasikan, pertumbuhan ekonomi mikro di Sidoarjo akan dipercepat dan pemerataan ekonomi bisa tercapai,” tegas Bram.

 

Model Percontohan Ekonomi Kerakyatan Nasional

Sinergi antara Ditpamobvit Polda Jatim dan PEDALINDO tidak hanya memperkuat keamanan CFD, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun model kolaborasi antara aparat keamanan dan pelaku ekonomi rakyat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi role model nasional dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis keamanan partisipatif.

Dengan kerja sama yang solid, Sidoarjo berpotensi menjadi barometer kebangkitan ekonomi kerakyatan yang kuat, aman, dan berdaya saing tinggi. (Redaksi)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *