Sedekah Bumi Desa Kupang Berlangsung Meriah, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

Mojokerto 11/2/2026 Pemerintah Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, menggelar kegiatan Sedekah Bumi yang berlangsung meriah pada Rabu (11/02/2026). Tradisi tahunan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil bumi.
Acara yang dipusatkan di Desa Kupang ini diikuti oleh lima dusun, yakni Dusun Pasinan, Dusun Kulon Pasinan Wetan, Dusun Kupang, Dusun Waru Gunung, dan Dusun Wates. Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama hingga kirab dan tasyakuran.

Kepala Desa Kupang, Andri Di, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan simbol persatuan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Melalui Sedekah Bumi ini, kita memperkuat kebersamaan antarwarga dan melestarikan budaya leluhur. Semoga Desa Kupang selalu diberi keberkahan, keselamatan, serta hasil panen yang melimpah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Jetis serta jajaran Muspika Jetis yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah desa dan unsur Forkopimka dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal.
Suasana semakin semarak pada malam hari dengan penampilan Ludruk Budi Wijaya dari Jombang yang menyajikan hiburan khas Jawa Timur penuh pesan moral dan humor segar. Ratusan warga Desa Kupang maupun masyarakat dari desa-desa sekitar memadati lokasi acara untuk menyaksikan pagelaran ludruk tersebut.
Tawa dan tepuk tangan penonton menggema sepanjang pertunjukan, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap seni tradisional yang sarat nilai budaya. Pagelaran ini sekaligus menjadi upaya konkret dalam menjaga eksistensi kesenian ludruk di tengah arus modernisasi.
Dengan terselenggaranya Sedekah Bumi 2026 ini, Pemerintah Desa Kupang berharap tradisi luhur tetap terjaga dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang, sekaligus memperkokoh solidaritas masyarakat dalam membangun desa yang maju dan harmonis.
Redaksi jekyridwan
