Sambung Roso Penuh Makna, Pimpinan Redaksi Target-24Jam.com Temui Kakek Petani Paham Aksara Jawa di Jabung

0
Oplus_131072

Oplus_131072

 

Mojokerto.13/12026 Pimpinan Redaksi Target-24Jam.com, Jeky Ridwan, melaksanakan kegiatan sambung roso dengan masyarakat di kediaman Mbah Nanang, seorang kakek berprofesi sebagai petani, yang tinggal di Desa Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, pertemuan tersebut berlangsung hangat. Meski berprofesi sebagai petani dan hidup bersahaja, Mbah Nanang dikenal sebagai sosok yang memiliki pemahaman mendalam tentang arti dan makna aksara Jawa, sebuah warisan budaya luhur yang kini mulai jarang dipahami generasi muda.
Menariknya, rumah Mbah Nanang berada tidak jauh dari petilasan Gajah Mada, salah satu situs bersejarah yang sarat nilai perjuangan dan kebesaran Nusantara. Keberadaan petilasan tersebut diyakini turut membentuk wawasan dan kecintaan Mbah Nanang terhadap sejarah serta budaya Jawa.
Jeky Ridwan menyampaikan rasa kagum dan hormatnya kepada Mbah Nanang. Menurutnya, sosok seperti Mbah Nanang merupakan penjaga nilai budaya yang sesungguhnya, meski hidup jauh dari sorotan publik.

Di tengah kesederhanaan hidup sebagai petani, Mbah Nanang justru menyimpan kekayaan ilmu dan pemahaman tentang aksara Jawa. Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kearifan lokal masih hidup di tengah masyarakat,” ungkap Jeky Ridwan.
Ia menambahkan, kegiatan sambung roso ini bukan sekadar silaturahmi, namun juga upaya menggali dan menghargai nilai-nilai budaya, sejarah, serta kearifan lokal yang tumbuh di desa.
Mbah Nanang sendiri berharap agar generasi muda tidak melupakan akar budaya Jawa, termasuk memahami aksara Jawa yang sarat filosofi kehidupan. Menurutnya, budaya bukan sekadar simbol, tetapi pedoman hidup yang mengajarkan tata krama, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap sesama.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa desa menyimpan banyak kisah dan tokoh inspiratif. Dari sudut sederhana di Jabung, nilai budaya dan sejarah Nusantara terus hidup dan diwariskan, menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus melupakan jati diri bangsa.

Editor:jekyridwan

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *