Ruwah Dusun Sumber Tempur Berlangsung Khidmat, Ki Wiro Kadek Wongso Jumeno Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Mojokerto 3/2/2026 Tradisi Ruwah Dusun kembali digelar dengan penuh khidmat di Dusun Sumber Tempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan adat tahunan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan.
Acara yang berlangsung meriah tersebut menghadirkan Ki Wiro Kadek Wongso Jumeno sebagai tokoh sentral dalam pagelaran budaya. Turut hadir seluruh jajaran Muspika Kecamatan Puri, Kepala Desa Sumbergirang Siswahyudi, KRH Adipati Armata Wongsonegoro, para budayawan dari berbagai daerah di Jawa Timur, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Siswahyudi menyampaikan bahwa Ruwah Dusun bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan desa.

“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kerukunan dan melestarikan adat istiadat yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Sementara itu, Ki Wiro Kadek Wongso Jumeno menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai identitas bangsa.
“Ruwah Dusun adalah wujud kepada leluhur dan bentuk doa bersama agar desa senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan. Tradisi ini harus kita rawat bersama agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.
Kehadiran KRH Adipati Armata Wongsonegoro serta para budayawan dari seluruh Jawa Timur semakin menambah khidmat suasana. Mereka memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Sumber Tempur dalam menjaga tradisi lokal di tengah arus modernisasi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, tumpengan, serta pertunjukan seni budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga akhir acara, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Ruwah Dusun Sumber Tempur tahun ini tidak hanya menjadi ajang spiritual dan budaya, tetapi juga simbol persatuan masyarakat Desa Sumbergirang dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal demi keberlangsungan generasi mendatang.
Editor jekyridwan
