Ruwah Dusun Serentak, Enam Dusun di Balongmojo Gelar Tradisi dari Swadaya Masyarakat

0
IMG-20260127-WA0120

 

Mojokerto, 27/1 2026 Pemerintah Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, akan menggelar tradisi Ruwah Dusun yang dilaksanakan secara mandiri di enam dusun yang ada di wilayah tersebut. Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh dana swadaya murni dari masyarakat masing-masing dusun.

 

Kepala Desa Balongmojo, A. Muslik, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pelaksanaan Ruwah Dusun tahun ini menjadi momentum kebersamaan warga dalam melestarikan tradisi leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

BACA JUGA  Bunda PAUD Tanah Laut Kunjungi TK Kartika V-30 Kodim 1009 Melihat Langsung Program MBG

 

“Ruwah dusun ini dilaksanakan di enam dusun yang ada di Desa Balongmojo.
anggaran berasal dari swadaya masyarakat murni. Masing-masing dusun menyelenggarakan di wilayahnya sendiri, dan kegiatan dimulai pada tanggal 29 Januari 2026,” ungkap A. Muslik.

 

Ia menjelaskan, Ruwah Dusun merupakan tradisi tahunan yang sarat nilai spiritual dan sosial. Selain sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan desa, kegiatan ini juga menjadi ajang gotong royong dan kekompakan warga.

BACA JUGA  Detik-detik Menuju HUT Bhayangkara Ke-77, TNI-Polri Sampang Olahraga Bersama di Mapolres

 

Setiap dusun akan menggelar rangkaian acara sesuai kesepakatan warganya, mulai dari doa bersama, tahlil, selamatan, hingga kegiatan hiburan rakyat yang tetap menjunjung nilai budaya dan kearifan lokal.

 

Menurut A. Muslik, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembiayaan dan pelaksanaan kegiatan menjadi bukti tingginya semangat kebersamaan warga Balongmojo. “Ini murni dari masyarakat. Pemerintah desa hanya memfasilitasi dan mendukung agar kegiatan berjalan lancar, tertib, dan kondusif,” tambahnya.

BACA JUGA  Alumni Akpol 90 Hadirkan Pasar Murah di Pedurungan, Warga Antusias Nikmati Harga Bersahabat

 

Dengan digelarnya Ruwah Dusun secara serentak di enam dusun, Pemerintah Desa Balongmojo berharap tradisi ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi perekat persatuan serta wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *