Rutinan Ke-21 Khotmil Qur’an dan Doa Bersama di Dusun Banjarsari, Kiai Hasan Mathori Tegaskan Pentingnya Takir Blontang dalam Ruwah Dusun

0
IMG-20260201-WA0074

Mojokerto.1/2/2026 Kegiatan Rutinan ke-21 Khotmil Qur’an dan Doa Bersama kepada para leluhur serta ahli kubur kembali digelar dengan penuh khidmat di Aula Makam Umum Dusun Banjarsari (Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono/Mbah Sentono). Acara ini menjadi momentum spiritual yang terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan khotmil Qur’an, dilanjutkan doa bersama. Tema yang diangkat mengingatkan jamaah pada firman Allah SWT dalam Surah Al-‘Ashr ayat 1–3:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

BACA JUGA  Kapolres Didampingi Ketua Bhayangkari Mojokerto Kota Cek Pos Pam dan Pos Yan Ops Ketupat

 

Ketua kegiatan, Ustadz Miftakhul Karim, menyampaikan bahwa rutinan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menanamkan kesadaran akan pentingnya amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dalam kesempatan tersebut, Penasehat Jama’ah, Kiai Hasan Mathori, menegaskan pentingnya menjaga tradisi takir blontang dalam pelaksanaan Ruwah Dusun. Menurutnya, takir blontang bukan hanya simbol budaya, tetapi juga wujud rasa syukur, kebersamaan, dan sedekah yang diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA  Rehab Langgar Darussalam oleh TMMD ke-124 Kodim 1002/HST Capai Tahap Pemasangan Kalsiboard Dinding

“Takir blontang memiliki makna mendalam. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, doa, serta harapan agar masyarakat senantiasa diberi keberkahan dan keselamatan. Tradisi ini harus dijaga karena menjadi bagian dari identitas dan kearifan lokal kita,” ungkap Kiai Hasan Mathori.

 

Koordinator Pelaksana, Bapak Paino, bersama jajaran panitia memastikan kegiatan berjalan lancar dan tertib. Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dusun Banjarsari, Dwi Ahmad Fauzi, yang mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga tradisi keagamaan dan budaya.

Sementara itu, Ustadz Mukid selaku Penasehat Kegiatan turut memberikan tausiyah yang menekankan pentingnya mendoakan para leluhur sebagai bentuk bakti dan penghormatan. Penanggung jawab kegiatan, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., menyampaikan harapannya agar rutinan Khotmil Qur’an ini terus berlanjut dan semakin memperkuat nilai spiritual serta sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Desa Pojejer Realisasikan Bantuan Keuangan Desa untuk Pembangunan Gedung Pasar Modern

 

Dengan terselenggaranya Rutinan ke-21 ini, masyarakat Dusun Banjarsari kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi religius yang sarat makna, mempererat persaudaraan, serta memupuk semangat kebersamaan dalam bingkai keimanan dan budaya luhur.

Editor jekyridwan

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *