Puasa Rasa: Refleksi Mendalam Jeky Ridwan tentang Makna Kesabaran dan Keikhlasan

0
IMG-20260227-WA0303

 

 

MOJOKERTO. 27/2/2026 Ungkapan penuh makna disampaikan oleh Pimpinan Redaksi target-24jam.com, Jeky Ridwan, mengenai esensi puasa yang sesungguhnya. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa

 

“Puasa itu bukan sekadar menahan dan dahaga, tetapi tentang rasa.”
Menurut Jeky Ridwan, puasa memiliki dimensi batin yang jauh lebih dalam dibanding sekadar kewajiban menahan diri dari makan dan minum. Ia menekankan bahwa puasa adalah latihan mengendalikan emosi, menjaga lisan, serta membersihkan hati dari iri, dengki, dan prasangka buruk.
“Puasa rasa

 

ketika kita mampu merasakan penderitaan orang lain, memahami kesulitan sesama, serta menghadirkan empati dalam kehidupan sehari-hari

 

” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa makna puasa yang sesungguhnya terletak pada kemampuan seseorang untuk menjaga sikap dan perilaku. Dalam dunia jurnalistik yang penuh dinamika, ia mengaku bahwa pengendalian diri menjadi kunci utama agar tetap profesional dan menjunjung etika.
Puasa, lanjutnya, juga menjadi momentum introspeksi diri. Bukan hanya memperbaiki hubungan dengan Tuhan, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

 

“Jika setelah puasa kita masih mudah marah, mudah menyakiti orang lain, berarti kita belum benar-benar memahami puasa rasa,” tegasnya.

 

Ungkapan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai pesan tersebut relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan moral dan sosial.

 

Di akhir pernyataannya, Jeky Ridwan berharap momentum puasa dapat menjadi sarana memperkuat karakter, memperhalus budi pekerti, serta menumbuhkan rasa kepedulian yang tulus terhadap sesama.

 

“Puasa rasa adalah tentang kesabaran, keikhlasan, dan kemanusiaan. Itulah esensi yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Redaksi

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *