Karangdieng, Kutorejo – Kabupaten Mojokerto. Kepala Desa Karangdieng, Sulaiman Affandi, S.Ti, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto, Bpk. Nuryadi, S.H., M.M., meresmikan pasar hewan di Dusun Mejero, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, pada Sabtu (20/10). Acara peresmian ini disambut hangat oleh masyarakat setempat dan diikuti dengan tasyakuran sebagai wujud rasa syukur atas selesainya proyek yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga desa.
Pasar hewan yang diresmikan memiliki luas 12 x 32 meter persegi (242 meter persegi) dan dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti tempat penjualan berukuran 6 x 4,5 meter serta penampungan hewan berukuran 3 x 1,5 meter (31,5 meter persegi). Dengan total anggaran sebesar Rp. 277.500.000,- yang bersumber dari Dana Desa (DD), proyek ini dikelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Karangdieng.
Dalam sambutannya, Sulaiman Affandi mengungkapkan harapannya agar pasar hewan ini tidak hanya menjadi tempat jual-beli hewan, tetapi juga menjadi pusat ekonomi baru di desa. “Kami berharap pasar hewan ini bisa menjadi titik temu antara peternak lokal dan pembeli, sehingga meningkatkan perekonomian warga Karangdieng,” ucapnya.
Sementara itu, Bpk. Nuryadi juga menambahkan bahwa pasar ini akan menjadi solusi untuk para peternak lokal yang selama ini kesulitan memasarkan hewan ternaknya. “Dengan adanya pasar hewan yang teratur, peternak bisa memasarkan hewan ternaknya dengan lebih mudah dan mendapatkan harga yang sesuai,” ujarnya.
Acara peresmian ini semakin semarak dengan hiburan tradisional wayang kulit dan campur sari. Dalang Ki. Ahmad Yunus Suseno memukau penonton dengan lakon “Semar Bangun Kayangan”, yang mengisahkan tentang Semar, tokoh wayang yang bijaksana, membangun untuk ngemong manusia sejagat di jejak eleng jagat jejak kang gusti kang akario jagat supados dados tiang beriman.Campur sari menambah meriahnya suasana dengan lagu-lagu Jawa yang kental dengan nilai budaya.
Masyarakat Karangdieng sangat antusias menghadiri tasyakuran dan hiburan ini, yang diharapkan dapat menjadi momentum kebersamaan dan kekompakan desa dalam membangun infrastruktur yang lebih baik di masa depan.(jekyridwan)