AAL, TARGET-24jam Situbondo (02/02/2024)
Sebanyak 502 siswa pendidikan komando (Dikko) ke – 173 Marinir yang terdiri dari 58 Taruna Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) Korps Marinir Tingkat II Angkatan ke – 71, 100 siswa Dikmaba Marinir Angkatan ke – 43, 343 siswa Dikmata Marinir Angkatan ke – 43 dan 1 siswa Tandikmaba TA. 2023 melaksanakan tahap laut mulai tanggal 22 Januari hingga 02 Februari 2024 di pantai Jangkar Situbondo, Jum’at (02/02/2024).
Pada Dikko tahap II ini yaitu tahap laut bertujuan untuk membekali para siswa pendidikan komando agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan sebagai prajurit Komando Matra laut dengan cara memberikan ilmu kemampuan, keberanian dan keahlian serta berbagai materi untuk mengatasi segala kendala khususnya dalam problem laut.
Adapun beberapa materi pada tahap laut ini meliputi renang laut dengan jarak 1000 meter , renang rintis, renang ponco, exersisi perahu karet, pertolongan di air, pengetahuan Mopel, teknik mengemudi Mopel/motoris, pengetahuan Cast dan Recovery serta Static Water Jump/terjun paku dan materi laut lainnya.
Perwira pelaksana latihan (Palaklat) Dikko ke – 173 Komandan sekolah Bintara Infanteri Marinir (Dansebaifmar) Kodikmar Kodiklatal Mayor Marinir Wahyudi Kurniawan menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari tahap laut ini untuk membekali para siswa Komando agar memiliki kemampuan materi kelautan sehingga menumbuhkan keterampilan, keahlian dan keberanian di media laut, mengatasi segala kendala dan sebagai media Infiltrasi serta Exfiltrasi selama problem kelautan, karena pada hakekatnya prajurit Korps Marinir adalah pasukan pendarat yang habitatnya adalah di laut dan juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guna menghasilkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung tugas TNI AL.
Adapun skenario dalam latihan ini adalah para siswa Komando melaksanakan tugas operasi amphibi dan operasi khusus serta operasi pendukung lainnya untuk mencari data-data musuh, melumpuhkan, merebut, menduduki dan menguasai sasaran musuh atau kegiatan infiltrasi ke daerah sasaran musuh, para siswa dilepas dan diterjunkan di laut dengan cara Cast atau Water Jump dari kapal di wilayah laut musuh untuk mendekat, masuk ke sasaran dan target dengan jarak yang terukur dan aman dari pantauan deteksi pihak musuh.
Lebih lanjut, disamping mampu melaksanakan materi Cast/Water Jump dari kapal para siswa Komando juga harus mampu melaksanakan bertahan hidup di laut tanpa alat kelengkapan maupun menggunakan alat kelengkapan dengan cara Water Trappen, berenang maupun memanfaatkan material dan barang-barang yang ditemukan di laut jika terjadi Trouble dalam misi yang diemban sambil menunggu evakuasi dari tim bantuan melalui teknik Cast And Recovery untuk bisa mencapai daratan terdekat atau kembali ke kapal utama, ungkap Palaklat Dikko ke – 173(ridwan)