Menyibak Kabut Misteri Alas Ketonggo: Tempat Singgah Raja Terakhir Majapahit

NGAWI, JAWA TIMUR.27/2/2026 Di tengah rimbunnya hutan jati Desa Babadan, Kecamatan Paron, berdiri sebuah kawasan yang sarat kisah sejarah dan legenda: Alas Ketonggo. Bagi sebagian orang, tempat ini bukan sekadar hutan biasa, melainkan ruang sunyi yang menyimpan jejak perjalanan akhir kejayaan Kerajaan Majapahit.
Alas Ketonggo Srigati telah lama dikenal sebagai lokasi yang diyakini menjadi persinggahan terakhir Prabu Brawijaya V sebelum meninggalkan pusat kerajaan di Trowulan. Dari sinilah kisah spiritual dan sejarah berpadu,
membentuk aura mistis yang terus hidup dalam ingatan masyarakat.
Singgah Sang Raja Terakhir
Menurut cerita turun-temurun, setelah situasi politik Majapahit melemah, Prabu Brawijaya V meninggalkan istana. Dalam perjalanannya, beliau disebut-sebut singgah di Alas Ketonggo untuk beristirahat sekaligus melepas atribut kebesaran kerajaan.
Di kawasan inilah terdapat Petilasan Srigati, yang diyakini sebagai titik perenungan dan perpisahan simbolis sang raja dengan masa kejayaan Majapahit.
Dari Ngawi, perjalanan spiritualnya konon berlanjut menuju Gunung Lawu, gunung yang hingga kini juga dikenal memiliki nilai sakral dalam tradisi Jawa.
Makna di Balik Nama Ketonggo
Nama “Ketonggo” dipercaya berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa: Katon (terlihat) dan Onggo (makhluk tak kasatmata). Filosofi ini menggambarkan keyakinan masyarakat bahwa di tempat tersebut, batas antara dunia nyata dan dunia spiritual terasa begitu tipis.
Tak heran, hingga kini Alas Ketonggo kerap menjadi tujuan napak tilas sejarah, meditasi, hingga ritual budaya. Puncaknya terjadi pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa, saat ratusan bahkan ribuan peziarah datang dari berbagai daerah untuk berdoa dan mencari ketenangan batin.
Jejak Sejarah dan Spiritualitas
Bagi masyarakat Ngawi, Alas Ketonggo bukan hanya simbol legenda, tetapi juga identitas budaya. Pemerintah daerah pun menjaga kawasan ini sebagai situs yang memiliki nilai historis sekaligus destinasi wisata religi.
Meski sebagian kisahnya sulit diverifikasi secara akademis, cerita tentang singgahnya Prabu Brawijaya V telah menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi besar runtuhnya Majapahit. Di antara deretan pohon jati yang menjulang tinggi, sejarah dan mitos berjalan berdampingan, menghadirkan suasana hening yang mengajak siapa pun untuk merenung.
dalamnya
Apakah Anda pernah menyusuri rimbunnya Alas Ketonggo dan merasakan langsung getaran keheningan sejarah di dalamnya
Ki wiro kadek
