Mojokerto – Sebuah pesan penuh makna disampaikan oleh salah satu jurnalis Mojokerto, Jeky Ridwan, yang menggugah semangat perjuangan hidup, khususnya bagi kaum laki-laki. Dalam ungkapannya, ia menekankan pentingnya keteguhan mental, kerja keras, serta sikap rendah hati dalam menjalani kehidupan.
“Gagal jangan nangis, berhasil jangan sombong. Hidup laki-laki tidak dirayakan, kecuali kematian,” ungkapnya dengan tegas, menggambarkan realita kehidupan yang penuh perjuangan dan pengorbanan.
Menurutnya, kehidupan tidak selalu berpihak pada kenyamanan. Terlebih bagi mereka yang harus berjuang tanpa latar belakang pendidikan tinggi.
Namun, hal itu bukan menjadi alasan untuk menyerah. Justru sebaliknya, dibutuhkan fisik yang kuat dan mental sekeras baja untuk tetap bertahan dan bangkit menghadapi tantangan.
“Ingatlah, kita kerja tanpa gelar sarjana harus punya fisik sekuat baja,” tambahnya, memberikan motivasi bagi masyarakat yang tetap berjuang di tengah keterbatasan.
Lebih lanjut, ia juga mengajak untuk tetap berjalan di jalur takdir yang telah digariskan, tanpa kehilangan arah dan tujuan hidup.
Baginya, laki-laki sejati adalah mereka yang mampu bertanggung jawab dan terus berusaha menghidupi, bukan sekadar hidup untuk diri sendiri.
“Laki-laki ditakdirkan hidup untuk menghidupi,” tegasnya.
Pesan ini menjadi refleksi mendalam tentang arti perjuangan, tanggung jawab, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan. Di tengah kerasnya realita, semangat pantang menyerah dan sikap rendah hati menjadi kunci utama untuk tetap bertahan dan mencapai keberhasilan yang bermakna.
Redaksi