Guru SMP di Jombang Didorong Terapkan Deep Learning

0
IMG-20260210-WA0204

 

JOMBANG –
Guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Jombang didorong untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui workshop yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, pada Senin, 9 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 11 Februari 2026 ini dipusatkan di dua lokasi. Di antaranya Aula Tut Wuri Handayani, Gedung PGRI Kabupaten Jombang, serta Gedung Kesenian Jombang. Workshop dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Kabupaten Jombang, Abdul Majid, dan diikuti guru SMP dari berbagai sekolah di wilayah setempat.

BACA JUGA  Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2024, Polres Ponorogo Tegaskan Larangan Penggunaan Knalpot Tidak Sesuai Spectek

Dalam berbagai hal, Abdul Majid menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk melampaui peran tradisional sebagai penyampai materi. Menurutnya, guru harus mampu membimbing peserta didik agar memiliki pemahaman yang mendalam dan karakter yang kuat.

“Pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, guru diharapkan dapat membentuk siswa yang berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika global,” ujar Abdul Majid.

BACA JUGA  Pemerintah Desa Lebakjabung Bangun Gedung PAUD Baru untuk Dukung Pendidikan Anak Usia Dini

Ia menambahkan, penerapan deep learning menekankan enam kompetensi global, yaitu kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, karakter, serta kewargaan global. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.

Salah satu narasumber workshop, Pengawas SMP Disdikbud Jombang, Abdulloh Syifa, menyoroti pentingnya perubahan paradigma pembelajaran di kelas. Ia menyebutkan bahwa proses belajar perlu diarahkan pada pendalaman konsep dan pemecahan masalah nyata.

“Guru perlu mengajak siswa memahami materi secara lebih mendalam, mengingatnya dengan situasi kehidupan sehari-hari, serta membiasakan refleksi agar pembelajaran tidak berhenti di hafalan,” kata Abdulloh Syifa.

BACA JUGA  Aktif Bersosialisasi Babinsa Torjun Dan Polsek Torjun Komsos Dengan Komponen Masyarakat Binaan 

Dalam kegiatan ini, peserta diberi materi konsep, praktik penyusunan perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam, serta mengikuti sesi diskusi dan refleksi. Disdikbud Jombang berharap hasil workshop ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Melalui penerapan deep learning, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas pendidikan SMP di Jombang agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tantangan abad ke-21.

(Budiono *)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *