Hari Anak Nasional, Lia Istifhama: Keluarga adalah Sekolah Pertama Pembentuk Karakter Anak

oleh
banner 468x60

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya bergantung pada pendidikan di sekolah, tetapi juga pada peran orang tua dan lingkungan sosial yang membentuk karakter mereka sejak dini.

 

banner 336x280

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak seluruh keluarga dan masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat pengasuhan yang berkualitas serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

 

“Anak bukan hanya investasi masa depan, tetapi juga amanah yang harus dijaga. Keberhasilan mendidik anak menjadi cerminan kualitas orang tua dalam menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Lia, Kamis (23/7/2026).

 

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menjelaskan, dalam perspektif ilmu sosial, anak merupakan human capital atau modal manusia yang perlu dipersiapkan melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan kasih sayang. Selain itu, kehadiran anak juga memiliki nilai psikologis sebagai sumber kebahagiaan keluarga sekaligus harapan orang tua di masa depan.

 

Menurut Lia, ajaran Islam pun telah memberikan pedoman yang jelas mengenai tanggung jawab orang tua terhadap anak, mulai dari memberikan nama yang baik, membekali ilmu pengetahuan, hingga mempersiapkan mereka memasuki kehidupan berkeluarga ketika telah dewasa.

 

Ia menilai, setiap persoalan yang menimpa anak seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi orang tua dan lingkungan. Sebab, keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak dalam membentuk karakter, etika, dan cara mereka memandang kehidupan.

 

“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah dan di lingkungan sekitarnya,” katanya.

 

Lia juga menekankan pentingnya membangun modal sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara orang tua dengan lingkungan sekitar akan menciptakan ruang yang lebih aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

 

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap setiap anak, tanpa membedakan apakah mereka merupakan anak sendiri atau bukan.

 

“Kita harus menjadi orang tua bagi anak-anak di sekitar kita. Menjaga kebahagiaan, keamanan, dan masa depan mereka adalah tanggung jawab bersama. Ketika seluruh anak tumbuh di lingkungan yang sehat, damai, dan penuh keceriaan, maka anak-anak kita sendiri juga akan menikmati lingkungan yang aman dan positif,” tegasnya.

 

Lia berharap Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadirkan lingkungan yang benar-benar ramah anak.

 

“Dengan lingkungan yang penuh kasih sayang, rasa aman, dan kepedulian, kita sedang menyiapkan generasi Indonesia yang berkarakter, berkualitas, serta mampu menyongsong masa depan dengan optimisme,” pungkasnya.

 

(Anil)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.