Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Senin, 3 Juli 2023 - 14:01 WIB

LSM Desak Polres Sampang Atas Meninggalnya Anak Usai Dini Di SWP

Sampang, Target-24jam.com — Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sampang Madura Jawa Timur merasa geram karena hingga kini tidak ada reaksi dari pihak Kepolisian setempat atas tewasnya bocah Perempuan RSP 4 warga Kecamatan Batu Marmar Pamekasan di Kolam Renang Sampang Water Park (SWP) jumat 30/6 kemarin lusa

Bahkan diketahui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak terpasang Police line dan Management SWP di jalan Pahlawan I Kelurahan Rongtengah itu tetap membuka Usahanya seperti dilansir Media Online Suara Bangsa minggu 2/7

Untuk itu 5 LSM di Sampang ini seperti Lasbandra, Laskar Merah Putih (LMP), Solidaritas Muda Anti Korupsi (SOMASI), Garda Kawal Sampang (GKS) dan Study Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (SP2M) meneriakkan desakan yang sama supaya Kepolisian mengusut tuntas dan mengamankan pihak yang dianggap bertanggung jawab

Rifai Sekretaris Lasbandara mempertanyakan lemahnya dan tidak bereaksinya Polres dalam kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain
“Patut diduga kelalaian, indikasinya ada sesuatu yang belum diungkap ke publik,” ujar Rifai

Disebut oleh Rifai perbedaan statemen pasca kejadian antara Humas SWP dengan Laporan Digital yang beredar dari Kapolsek Sampang Kota kepada Pimpinannya menjadi salah satu indikasi ada sesuatu yang disembunyikan

Diungkap oleh Rifai, Humas SWP menyatakan sejak awal dibuka jam tutup SWP pukul 16.00 wib dan kejadian tragis itu terjadi pasca jadwal SWP ditutup, sementara AKP Tomo S.Pd Kapolsek Sampang Kota menyatakan jadwal tutup SWP pukul 17.00 wib

H Moh Tohir mempertanyakan jika SWP ditutup pukul 16.00 wib, mengapa saat itu terungkap dalam video yang sempat viral masih banyak pengunjung yang membantu dan menyaksikan evakuasi tubuh korban
“Tapi kok sepertinya rombongan korban yang disalahkan karena tidak patuh waktu tutupnya SWP dan tidak ikut mengawasi Korban,” tandas H Moh Tohir

Ia mendesak agar Polres Sampang segera mengusut tuntas karena dari peristiwa itu telah merenggut nyawa seseorang

H Moh Tohir mengancam jika tidak melakukan tindakan maka bersama sejumlah LSM akan mendatangi Mapolres

Desakan juga disampaikan oleh Aktivis SOMASI minggu 2/7, saat diwawancarai Bambang G sedang bersama Hoiri yang serius menyampaikan tuntutan sama
“Kami simak mulai tragedi yang pertama dan tragedi yang kedua selalu ada pernyataan berbeda antara Humas SWP dengan Kapolsek Sampang Kota, ada apa sebenarnya,” ungkap Bambang G

Dijelaskan oleh Bambang G, pada kejadian pertama rabu 26/4 lalu baik pihak Rumah Sakit dr Muhammad Zyn (RSMZ) dan Managemen SWP menyatakan bocah laki laki asal jalan Pahlawan itu tak sadarkan diri akibat tenggelam karena mempunyai penyakit Epilepsi, sementara keterangan Kapolsek Sampang Kota menyatakan yang bersangkutan selesai mandi naik dan tak sadarkan diri karena penyakit Epilepsinya kumat di depan Musholla di dalam SWP, namun nyawanya tertolong setelah ditangani pihak RSMZ

Lebih lanjut Bambang G mengungkapkan pada kejadian kedua jumat 30/6 atas tewasnya bocah Perempuan 4 asal Pamekasan di Kolam Renang SWP, Humas SWP menyatakan peristiwa nahas tersebut terjadi pasca jadwal SWP ditutup yakni setelah pukul 16.00 wib (jadwal tutupnya SWP)

Walaupun kepada salah satu media disebutkan oleh Humas SWP Joko Maulana bahwa Pengunjung yang sudah ada di dalam dihimbau segera keluar sampai batas waktu pukul 17.00 wib dan dihari normal, namun kalau Pengunjung ramai kadang tidak tertib keluarnya dan masih banyak yang selfi serta main air, sementara petugas sudah mulai pulang

Sementara Kapolsek Sampang Kota menyatakan dalam Laporan Digitalnya SWP ditutup pada pukul 17.00 wib

Ditambahkan pihaknya juga terus mempertanyakan kesimpang siuran dan tidak adanya tindakan dari aparat

Sementara baik Chairi Saleh Aktivis SP2M dan Nurul Hidayat Ketua LSM GKS menyatakan sama dengan yang disampaikan dan tuntutan dari Lasbandra, LMP dan SOMASI

Sebelumnya diberitakan terjadi insiden tenggelamnya bocah atas nama RS 4 asal Dusun Berek Laok Desa Kapong Kecamatan Batu Marmar Pamekasan jumat 30/6

Pada pukul 14.00 wib bocah tersebut bersama Paman, Bibi, Saudara dan Sepupu (6 orang) tiba di SWP, kemudian rombongan itu mandi di Kolam Renang anak sebelah selatan dan Korban sempat naik untuk makan mie

Usai makan mie Korban kembali lagi ketempat asal, karena rombongan yang lain bergeser ke Kolam tengah (yang lebih dalam) Korban ikut pindah

Dilalah salah satu dari rombongan berteriak minta tolong karena Korban diketahui tenggelam, saat itu juga rombongan yang dibantu Petugas berusaha menyelamatkan Korban dengan mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama dilanjutkan dengan membawanya ke RSMZ

Waktu itu sembari ikut mengiringi jasad Korban ke rumah duka, Joko Maulana Humas SWP mengaku Korban sebenarnya sudah meninggal dunia dalam perjalanan ke RSMZ

Sedangkan dr Richardo Adiputra mewakili RSMZ mengungkapkan Korban di bawa Saudaranya dan tiba di ruang IGD pukul 17.00 wib, kemudian dinyatakan positif meninggal dunia pada pukul 17.20 wib
“Sepertinya sudah meninggal dunia, tapi Perawat di IGD tetap melakukan langkah medis,” jelas dr Richardo Adiputra melalui pesan suara waktu itu

Ditambahkan pihaknya sudah melakukan tindakan medis dengan memijat/menekan jantung dan mengeluarkan cairan, namun tetap tidak tertolong. (JZ.AS.)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Amankan Tersangka Edarkan Sabu

BERITA UTAMA

Simak Penjelasan Kasi Humas Polres Sampang Terkait Perempuan Terkapar Di Jalan Desa Kara

BERITA UTAMA

Respon Cepat Polres Ngawi Berhasil Amankan Sejumlah Remaja Konvoi Lempar Petasan

BERITA UTAMA

Kodim 0829 Bangkalan Gelar Lomba PBB Piala Panglima TNI HUT ke-79 TNI

BERITA UTAMA

Pemasangan Gorong-Gorong di Lokasi Ketiga, Satgas TMMD Kodim 1007/Banjarmasin Tetap Semangat Meski Berjibaku dengan Air

BERITA UTAMA

Berikan Rasa Aman, Babinsa Kodim Sampang Pengamanan Ibadah Sholat Idul Adha

BERITA UTAMA

Cek Administrasi Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Kunjungi Kodim 0828/Sampang

BERITA UTAMA

Kunjungi Kodim 0830/Surabaya Utara, Pangdam V Brawijaya: Bertugaslah dengan Senyum Teritorial