CARA DIDIK ANAK AGAR SELALU RENDAH HATI Ungkapan Moral Jeky Ridwan tentang Pentingnya Kesederhanaan dalam Mendidik Anak

0
Oplus_131104

Oplus_131104

 

MOJOKERTO .5/3/2026 Nilai kesederhanaan dalam mendidik anak kembali diingatkan oleh Jeky Ridwan melalui sebuah ungkapan penuh makna tentang bagaimana membentuk generasi yang memiliki hati rendah dan akhlak yang baik. Pesan ini menekankan bahwa karakter anak tidak hanya dibentuk oleh pendidikan formal, tetapi juga dari pola asuh sederhana yang ditanamkan sejak dini oleh orang tua.

 

Menurut Jeky Ridwan, salah satu cara penting dalam mendidik anak adalah mengajarkan mereka hidup sederhana. Hal ini bukan karena keterbatasan ekonomi, melainkan agar anak memahami arti “cukup” dalam hidup dan tidak tumbuh dengan sifat serakah atau terlalu mengejar harta.

 

“Ajarkan anak hidup sederhana. Bukan karena kita tidak mampu, tetapi agar mereka memahami arti cukup dan tidak menjadi pribadi yang gila harta,” ungkapnya.
Selain itu, anak juga perlu dibiasakan menerima dan menikmati apa yang tersedia di rumah.

 

Dengan kebiasaan tersebut, anak akan belajar bersyukur serta tidak selalu menuntut berbagai hal yang belum tentu diperlukan.
“Biasakan anak makan apa yang ada. Dari situ mereka belajar bersyukur dan tidak selalu menuntut sesuatu yang berlebihan,” lanjutnya.
Jeky Ridwan juga menekankan pentingnya membatasi fasilitas yang terlalu berlebihan bagi anak.

 

Menurutnya, pemberian fasilitas tanpa batas justru berpotensi membuat anak tumbuh manja dan kurang memiliki semangat berusaha.
“Batasi fasilitas yang berlebihan supaya anak tumbuh kuat, tidak manja, dan memahami bahwa dalam hidup setiap hal membutuhkan usaha,” tambahnya.

 

Ia menegaskan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kesederhanaan biasanya akan tumbuh dengan karakter yang lebih kuat, memiliki empati, serta akhlak yang lebih baik.
“Anak yang dibesarkan dengan kesederhanaan biasanya akan tumbuh dengan hati yang rendah dan akhlak yang tinggi,” tutupnya.

 

Pesan moral ini diharapkan menjadi pengingat bagi para orang tua bahwa pendidikan karakter tidak selalu berasal dari kemewahan, tetapi justru dari nilai kesederhanaan, rasa syukur, dan pembiasaan hidup yang penuh makna sejak dini.

Redaksi

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *