Salat Tarawih Bersama Warga, Wali Kota Mojokerto Awali Safari Ramadan 1447 H

Kota Mojokerto, 24 Februari 2026* – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengawali rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga di Musala Nur Hidayah, Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Senin (23/2/2026).
Safari Ramadan tersebut menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat silaturahmi denyan masyarakat. Selama bulan Ramadan, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto berkeliling ke sejumlah masjid dan musala melaksanakan ibadah bersama warga.
“Safari Ramadan ini saya agendakan secara berturut-turut setiap tahun untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menyalurkan zakat mal saya kepada dhuafa. Karena Ramadan adalah bulan terbaik, setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya,” tutur Ning Ita.
Dalam Safari Ramadan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah serta unsur TNI dan Polri. Kehadiran lintas unsur tersebut, menurut Ning Ita, mencerminkan kekompakan dan sinergi dalam membangun Kota Mojokerto.
“Ini menandakan bahwa pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat berjalan bersama. Ada sinergi dan kebersamaan dalam menjaga dan membangun Kota Mojokerto,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ning Ita juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya genangan air. Berdasarkan informasi dari BMKG, pertengahan hingga akhir Februari merupakan periode dengan curah hujan tertinggi sepanjang tahun.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kota Mojokerto yang relatif cekung membuat potensi genangan air tidak dapat dihindari sepenuhnya. Karena itu, peran aktif masyarakat dinilai sangat penting agar genangan dapat segera surut.
“Yang bisa kita lakukan bersama adalah menjaga kebersihan lingkungan. Sampah jangan sampai menyumbat saluran air. Kerja bakti dan gotong royong tetap penting, meskipun kita tinggal di wilayah perkotaan,” terangnya.
Dalam Safari Ramadan tersebut, Ning Ita juga menyerahkan dana hibah keagamaan kepada masjid dan musala. Ning Ita menyampaikan, jumlah dana hibah tahun ini mengalami penyesuaian akibat penurunan transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah.
“Pada 2025, dana hibah keagamaan mencapai lebih dari Rp5 miliar. Tahun ini sebesar Rp2,3 miliar. Kami mohon dimaklumi, namun kami berharap dana hibah ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Mushala Nur Hidayah sendiri menerima bantuan hibah sebesar Rp20 juta. Selain itu, Ning Ita juga menyerahkan bingkisan kepada masjid dan musala yang dikunjungi, serta kepada jamaah yang hadir sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan.
*Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerro*
*Citra Mayangsari*
Jekyridwan
