MUSRENBANG KECAMATAN MAGERSARI JADI PEMBUKA PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA MOJOKERTO 2027 DI TINGKAT KECAMATAN

0
IMG-20260224-WA0088

 

Kota Mojokerto-Target – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai instrumen perencanaan pembangunan berbasis bottom up di Kota Mojokerto resmi memasuki tahapan tingkat kecamatan. Musrenbang Kecamatan Magersari yang digelar pada Senin (23/2) menjadi pembuka rangkaian Musrenbang tingkat kecamatan se-Kota Mojokerto tahun 2026.

Kegiatan ini menandai dimulainya proses penjaringan sekaligus penyelarasan usulan pembangunan dari masyarakat di tingkat wilayah, sebelum dibahas lebih lanjut dalam forum Musrenbang tingkat kota.

Wali Kota Mojokerto menegaskan bahwa tema pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 difokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi dan ketahanan sosial budaya melalui penguatan daya saing sektor unggulan daerah.

“Ketahanan ekonomi menjadi penting agar kita mampu berdikari. Namun kekuatan kita tidak hanya pada sumber daya alam dan ekonomi, melainkan juga pada ketahanan sosial budaya yang berbasis gotong royong,” tegas wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Dalam konteks penguatan ekonomi daerah, Ning Ita menyebut sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu sektor unggulan Kota Mojokerto. Berdasarkan data, tercatat sekitar 16 ribu pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner, telah terdata dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, sektor Industri Kecil Menengah (IKM) alas kaki juga telah menunjukkan capaian ekspor.

“Potensi ini harus kita kelola dengan baik agar mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ning Ita juga menjelaskan tantangan yang dihadapi Kota Mojokerto. Terutama keterbatasan lahan yang kerap menjadi kendala dalam merealisasikan program prioritas nasional maupun investasi. Sejumlah program dari pemerintah pusat membutuhkan ketersediaan lahan yang luas, sementara kondisi wilayah kota relatif terbatas.

Meski demikian, ia memastikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto tetap berupaya mengakses program prioritas nasional yang memungkinkan. Sepanjang persyaratan teknis dapat dipenuhi, khususnya terkait ketersediaan lahan.

Sementara itu, dalam Musrenbang Kecamatan Magersari tercatat sebanyak 86 usulan pembangunan yang akan digodok lebih lanjut. Usulan tersebut terdiri atas 65 usulan pembangunan infrastruktur, 10 usulan pembangunan sumber daya manusia, serta 11 usulan pembangunan ekonomi. Seluruh usulan akan dikaji dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Panca Cita Kota Mojokerto.(yani)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *