Satu Tahun Periode Kedua, Ika Puspitasari–Rachman Sidharta Arisandi Catat Deretan Capaian Strategis untuk Kota Mojokerto

Oplus_131072
Kota Rachman Sidharta Arisandi mencatat berbagai perkembangan positif di sejumlah sektor strategis. Arah pembangunan yang berpijak pada visi Panca Cita diklaim mulai menunjukkan hasil terukur, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan.
Pendidikan: IPM Meningkat, Karakter Diperkuat
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Mojokerto melanjutkan kebijakan sekolah tanpa biaya bagi siswa, pemberian beasiswa untuk pelajar berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu, serta penguatan karakter melalui program Sekolah Adiwiyata.
Konsistensi tersebut berdampak pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 82,35, naik dari 81,76 pada tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Kota Mojokerto dalam kategori IPM tinggi, sekaligus menjadi indikator keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Kesehatan: UHC Naik Status, Stunting Turun Drastis
Bidang kesehatan turut menunjukkan tren menggembirakan. Status Universal Health Coverage (UHC) meningkat dari level Madya ke Utama, ditopang optimalisasi layanan fasilitas kesehatan, termasuk operasional Puskesmas Kedundung selama 24 jam penuh.
Angka prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 1,07 persen, sementara Usia Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 76,31 tahun, dari sebelumnya 75,99 tahun. Perbaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa layanan kesehatan semakin merata dan mudah diakses masyarakat.
Ekonomi: Kemiskinan dan Ketimpangan Menurun
Pada sektor perekonomian, berbagai program pemberdayaan masyarakat digencarkan. Di antaranya gelaran Mojo Shop Fiesta, pendampingan dan pelatihan UMKM, fasilitasi sertifikasi halal, PIRT, TKDN, hingga pelatihan kerja berbasis kompetensi serta Mojo Entrepreneurship Camp 2025.
Langkah tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan menjadi 5,05 persen. Selain itu, ketimpangan ekonomi ikut menyempit dengan turunnya Indeks Gini dari 0,355 menjadi 0,298, menunjukkan distribusi pendapatan yang semakin merata.
Tata Kelola dan Stabilitas Sosial Semakin Kuat
Perbaikan tata kelola pemerintahan tercermin dari kenaikan Indeks Pelayanan Publik yang mencapai 4,67. Reformasi birokrasi yang adaptif dan responsif terus ditekankan guna menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Di sisi lain, penguatan stabilitas sosial dilakukan melalui pengaktifan kembali kegiatan siskamling serta program RT Berseri yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.
Komitmen Panca Cita untuk Kesejahteraan
Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Pembangunan, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, serta partisipasi aktif warga.
“Kenaikan IPM menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan sumber daya manusia. Sementara penurunan angka kemiskinan dan Indeks Gini adalah bukti bahwa kebijakan ekonomi inklusif mulai memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Pemerintah Kota Mojokerto memastikan komitmen pembangunan tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Panca Cita bukan sekadar visi, melainkan pedoman kerja yang dijalankan secara konsisten demi kemajuan Kota Mojokerto,” pungkasnya.(jekyridwan)
