Jeky Ridwan Tegaskan: Hukum Adalah Sarana Mewujudkan Keadilan, Bukan Membenarkan Ketidakadilan

Mojokerto. 23/2/2026 Pernyataan tegas datang dari Pimpinan Redaksi Target 24 Jam, Jeky Ridwan, yang menegaskan bahwa hukum sejatinya merupakan instrumen untuk menegakkan keadilan, bukan alat untuk membenarkan ketidakadilan.
“Hukum adalah sarana untuk mewujudkan keadilan, bukan untuk membenarkan ketidakadilan,” ujar Jeky Ridwan dalam keterangannya kepada awak media, Senin 23/2/2026
Menurutnya, hukum memiliki kedudukan yang luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hukum harus berdiri di atas prinsip kebenaran, kejujuran, serta kepentingan masyarakat luas. Ketika hukum digunakan untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau demi membungkam kebenaran, maka saat itulah esensi keadilan telah ternodai.
Sebagai insan pers, Jeky menilai bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawal jalannya penegakan hukum. Pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial agar hukum tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
“Pers harus berani menyuarakan kebenaran. Jangan sampai hukum dijadikan tameng untuk melindungi ketidakadilan. Jika hukum menyimpang dari tujuan awalnya, maka kepercayaan publik akan runtuh,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat penegak hukum, untuk bersama-sama menjaga marwah hukum agar tetap berpihak pada nilai keadilan. Dalam pandangannya, keadilan bukan sekadar teks dalam undang-undang, tetapi harus nyata dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan perlindungan.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa hukum bukan sekadar aturan tertulis, melainkan fondasi moral dalam menjaga tatanan sosial. Ketika hukum ditegakkan dengan hati nurani dan integritas, maka keadilan akan hadir sebagai cahaya bagi masyarakat.
Dengan komitmen tersebut, Jeky Ridwan menegaskan bahwa media akan terus berdiri di garis depan dalam mengawal kebenaran, demi terwujudnya keadilan yang sesungguhnya di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Editor jekyridwan
