Ki Wiro Kadek Ajak Selaraskan Jiwa, Pikiran dan Perbuatan: Sehat Lahir Batin Kunci Hidup Bahagia

Mojokerto –16/2/2026 Tokoh spiritual asal Mojokerto, Ki Wiro Kadek, kembali menyampaikan pesan reflektif yang sarat makna tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa, raga, serta keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ungkapannya, Ki Wiro Kadek menekankan bahwa kesehatan sejati bukan hanya persoalan fisik, melainkan juga batin dan keseimbangan energi alam.
“Jikalau batin ingin sehat harus pandai mengambil energi Bulan.
Jikalau tubuh ingin sehat harus pandai mengambil energi Matahari.
Jikalau perasaan sakit harus pandai mengambil energi Lautan.
Jikalau pikiran sakit harus pandai mengambil energi Pegunungan,” ungkap Ki Wiro Kadek.
Menurutnya, bulan melambangkan ketenangan, matahari melambangkan kekuatan dan vitalitas, lautan menggambarkan keluasan hati, sementara pegunungan menjadi simbol keteguhan dan kejernihan pikiran. Manusia, kata dia, harus mampu belajar dari alam untuk menyeimbangkan dirinya.
Keselarasan Adalah Kunci
Ki Wiro Kadek juga mengingatkan pentingnya keselarasan dalam diri manusia. Ia menjelaskan bahwa ketidaksesuaian antara perasaan dan pikiran dapat berdampak pada kesehatan tubuh.
“Perasaan harus sama dengan pemikiran, jika tidak dapat mengakibatkan seluruh tubuh atau bagian-bagiannya sakit.
Pemikiran harus sama dengan perkataan, jika tidak dapat mengakibatkan seluruh kepala atau bagian-bagiannya sakit.
Perkataan harus sama dengan perbuatan, jika tidak dapat menyakiti setiap hati yang mendengarkannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perbuatan yang tidak selaras dengan perasaan dapat menyakiti diri sendiri, orang lain, bahkan makhluk hidup lainnya.
Hidup Seperti di Surga atau Neraka
Dalam pesannya, Ki Wiro Kadek juga menggambarkan bahwa kehidupan yang ideal adalah ketika jiwa, tubuh, dan ekonomi berada dalam kondisi sehat.
“Jikalau ingin tinggal seperti di dalam Surga, jiwa harus sehat,
harus sehat, ekonomi harus sehat. Tetapi jikalau salah satunya saja tidak sehat, itu hidup seperti di dalam Neraka.”
Ia menutup pesannya dengan kalimat penuh makna:
“Sehat belum tentu selamat, tetapi selamat pasti sehat.”
Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan hidup tidak hanya diukur dari kondisi fisik semata, melainkan dari keseimbangan total dalam diri manusia.
Pesan Ki Wiro Kadek ini diharapkan dapat menjadi renungan bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan lahir dan batin, serta menjaga harmoni dengan alam dan sesama demi kehidupan yang lebih damai dan bermakna.
Editor jekyridwan
