Ki Wiro Kadek: “Terbiasa dengan Badai, Jangan Goyah oleh Gerimis

Mojokerto – Sosok spiritual asal Mojokerto, Ki Wiro Kadek, kembali menyuarakan pesan penuh makna tentang keteguhan hidup dan semangat perjuangan.
Dalam ungkapan reflektifnya, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpuruk hanya karena persoalan kecil, terlebih jika telah terlatih menghadapi ujian yang lebih besar.
“Jika terbiasa dengan badai, kenapa harus terpuruk hanya karena gerimis,” tegas Ki Wiro Kadek dalam pesannya yang sarat motivasi.
Menurutnya, bangsa Indonesia lahir dari rahim perjuangan.
Negeri ini dibangun oleh para pejuang sejati, bukan oleh mereka yang gemar bersembunyi dari tantangan. Ia menekankan bahwa semangat juang adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Kita terlahir di negeri pejuang, bukan pecundang. Nenek moyang kita adalah pejuang sejati, bukan pengecut yang pandai mencari tempat untuk bersembunyi,” ungkapnya penuh keyakinan.
Ki Wiro Kadek mengajak masyarakat untuk membangkitkan kesadaran diri dan memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan. Perjuangan, katanya, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga demi keluarga, anak istri, bangsa, dan agama yang diyakini.
Ia juga mengingatkan bahwa sikap cengeng tidak lagi relevan dalam kehidupan orang dewasa. Masa balita telah berlalu, dan setiap individu harus berdiri tegak, menatap masa depan dengan penuh percaya diri.
“Dalam hidup tak boleh cengeng. Berdirilah, tatap masa depan, melangkahlah dengan percaya diri. Kita akan bahagia dengan versi masing-masing diri,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup terletak pada rasa syukur dan harapan akan ridho Ilahi Robbi. Dengan hati yang bersyukur dan keyakinan yang kuat, setiap badai kehidupan akan terasa lebih ringan untuk dilalui.
Pesan Ki Wiro Kadek ini menjadi pengingat bahwa ujian hidup adalah bagian dari proses pendewasaan. Jika badai besar saja mampu dilewati, maka gangguan kecil ibarat gerimis tak seharusnya menggoyahkan langkah.
Semangat juang, rasa syukur, dan keimanan—itulah fondasi yang, menurutnya, akan mengantarkan seseorang pada kebahagiaan sejati.
Redaksi jekyridwan
