Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat terus berjalan dan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk jajaran yayasan

Mojokerto.14/2/2026 Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG), serta unsur Muspika Mojosari, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Kepala Yayasan sekaligus Kepala SPPG Wahyu Mojosari, Muhamad Santoso, menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami di SPPG Wahyu Mojosari siap mendukung penuh pelaksanaan program ini agar berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran,” ungkap Muhamad Santoso, Februari 2026.
Hal senada disampaikan oleh Ahli Gizi Nuria Amalea, yang menekankan bahwa aspek kualitas gizi dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami memastikan setiap makanan yang disiapkan memenuhi standar gizi yang telah ditentukan serta memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Program ini bukan hanya memberi makan, tetapi juga membangun generasi yang sehat dan kuat,” jelas Nuria Amalea.
Kegiatan tersebut turut dihadiri seluruh jajaran Muspika Mojosari, serta Kepala Desa Pedukuhan, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program
nasional tersebut.
Secara nasional, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sebagai hasil efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan pemborosan. Program ini ditargetkan menjangkau sebanyak 60,2 juta penerima manfaat dan mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung operasional program, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencairkan anggaran sebesar Rp 32,1 triliun pada awal tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga memperkuat keberadaan ribuan SPPG, termasuk yang berada di berbagai daerah, guna memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar.
Meski dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti kendala logistik dan beberapa kasus keracunan akibat kelalaian pengawasan, pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan, khususnya dalam hal keamanan pangan, pengawasan distribusi, serta efisiensi rantai pasok.
Dengan dukungan dari yayasan, tenaga ahli gizi, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan siap menghadapi masa depan.
Redaksi
