Wali Kota Mojokerto Tinjau Proyek Pembangunan Lewat Gowes Pagi di Pulorejo Kota Mojokerto

Oplus_131072
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memanfaatkan kegiatan bersepeda pagi untuk meninjau langsung sejumlah proyek pembangunan fisik sekaligus memantau kondisi lingkungan di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Selasa (6/1/2026).
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini menegaskan bahwa kegiatan gowes tidak semata-mata bertujuan menjaga kebugaran tubuh, namun juga menjadi sarana efektif untuk memastikan kesinambungan pembangunan di wilayah Kota Mojokerto. Melalui peninjauan langsung di lapangan, Ning Ita ingin memastikan hasil pekerjaan proyek tahun 2025 berjalan sesuai perencanaan serta menjadi dasar evaluasi dan penyusunan program pembangunan tahun 2026 dan seterusnya.
“Kita sengaja berolahraga gowes sambil melihat hasil pekerjaan proyek di tahun 2025. Kita tahu, pada tahun 2025 waktu pengerjaan proyek fisik sangat terbatas sehingga masih banyak yang harus dituntaskan di tahun berikutnya. Sekaligus, kita juga mengecek rencana pekerjaan proyek yang akan berjalan di tahun 2026,” tutur Ning Ita di sela-sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, Ning Ita turut didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas PUPRPERAKIM, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Kominfo, Kepala DPMPTSP, Kabag Umum, serta camat dan lurah setempat. Kehadiran para pejabat teknis ini bertujuan untuk memastikan hasil tinjauan dapat langsung ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Selain meninjau proyek fisik, Ning Ita juga memperhatikan kebersihan lingkungan, drainase, serta fasilitas umum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia berharap, melalui pengawasan langsung di lapangan, pembangunan di Kota Mojokerto dapat berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Kita ingin pembangunan yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan turun langsung, kita bisa melihat kondisi riil dan mendengar aspirasi warga secara langsung,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, berkelanjutan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakatmasyarakat
(Jekyridwan)
