Mojokerto.24/12/2025.Nilai-nilai kearifan lokal Jawa kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga hati dan ucapan melalui ungkapan “Jogo Ati Jogo Lisan.” Pesan sederhana namun sarat makna ini menegaskan bahwa kebersihan hati akan tercermin dari tutur kata dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam petuah tersebut tersirat makna mendalam: “Yen atimu resik, mesti ucapmu becik,” jika hati bersih maka ucapan pun akan baik. Oleh karena itu, manusia diajak untuk tidak hanya memperindah penampilan luar, melainkan lebih fokus membenahi hati dan perilaku. Sebab, hati yang tulus jauh lebih berharga dibandingkan sekadar rupa dan pencitraan semata.
Nilai ini juga sejalan dengan ajaran agama, bahwa Allah SWT menilai manusia bukan dari fisik dan penampilannya, melainkan dari kebersihan hati dan ketakwaannya. Ketulusan, kejujuran, serta akhlak mulia menjadi tolok ukur utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Di tengah dinamika zaman yang serba cepat dan penuh kompetisi, pesan Jogo Ati Jogo Lisan menjadi pengingat penting agar setiap individu tetap mengedepankan etika, sopan santun, dan empati. Dengan menjaga hati dan lisan, keharmonisan sosial dapat terwujud, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama.
Sebagaimana penutup pesan tersebut, “Salam seduluran, kan welas asih,” mari terus merawat persaudaraan dengan hati yang bersih, ucapan yang baik, dan perilaku penuh cinta kasih demi kehidupan yang rukun dan bermartabat.
Redaksi